Lihat Kualitas & Jejaring Para Rival, Ahok Bisa Mulai Turun Mental
Sabtu, 24 September 2016 (10:20 am) / Nasional, Politik
cucupo.com

Perhelatan Pilkada semakin dekat. Semua calon sudah didaftarkan ke KPUD Jakarta. Pasangan incumbent Basuki Tjahaya Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat mendaftarkan diri pada hari pertama pendaftaran tersebut. pada Rabu (21/9) lalu. Sedangkan paslon Agus Harimukti – Sylviana Murni mendaftar pada hari Jum’at siang disusul oleh Paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno sesaat setelah Maghrib (23/9).

Semua pasangan akan bertarung merebut hati warga Jakarta yang meliputi 30% warga etnis Jawa dan 24% warga etnis Betawi dan 46% lainnya dari etnis campuran. Nampaknya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus mulai cermat menghitung langkah dan strategi. Pasalnya.  pasangan calon pesaingnya di pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta 2017 terhitung sangat potensial. Pesaing tersebut yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang diusung oleh Demokrat, PPP, PKB, dan PAN, serta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diusung Gerindra dan PKS.

Para rival Ahok sebelumnya sudah dikenal sebagai tokoh nasional. Agus dinilai sebagai perwira menengah yang potensial. Agus merupakan penerima Adhi Makayasa, lulusan terbaik Akademi Militer, angkatan 2000 dan dinilai memiliki integritas dan disiplin tinggi. Sementara itu. Siti Zuhro pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kepada Republika.co.id, Jumat (23/9), menyebutkan bahwa pilgub DKI Jakarta tidak pernah absen dari personel militer. Sejak zaman tidak ada pilgub, DKI Jakarta sudah pernah dipimpin militer, diantaranya Soemarno Sosroatmodjo, Ali Sadikin, Tjokropranolo, R. Soeprapto, Letjen TNI (Purn) Wiyogo Atmodarminto, Jenderal TNI (HOR) Soerjadi Soedirdja, dan Letjen TNI (Purn) Sutiyoso. Bahkan pada periode pilkada langsung pun, pesta demokrasi lima tahunan tersebut pun diwarnai sosok dari militer seperti Prijanto.
Agus adalah peraih tiga gelar master dari Nanyang Technological University (Singapura), Harvard University dan Webster University (Amerika Serikat) itu juga dipandang sebagai intelektual yang selama karirnya sebagai TNI sering mendapatkan penugasan di dalam maupun luar negeri. Meski belum pernah menjadi kepala daerah, namun kecerdasan  dan kemampuan managerialnya bisa menjadi harapan masyarakat.

Anies Baswedan pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan gagasannya tentang program filantropi pendidikan bernama “Indonesia Mengajar” ia dikenal sebagai sosok yang cerdas, dan juga seorang aktivis yang memiliki segudang pengetahuan. Beberapa gebrakan penting Anies di saat menjabat cukup signifikan dirasakan menciptakan iklim baru dunia pendidikan.

Sementara itu Sandi terkenal sebagai pengusaha sukses. Pada tahun 1997, Sandi Uno mendirikan PT Recapital Advisors dengan teman sekolahnya, Rosan Perkasa Roeslani dan pada tahun 1998, ia mendirikan Saratoga Capital bersama Edwin Soeryadjaya. 12 tahun, Saratoga Capital berkembang menjadi salah satu  firma investasi terbesar di Indonesia yang mempekerjakan lebih dari 20 ribu pekerja. Sementara, saat tahun 2009, Sandi Uno pun terdaftar sebagai orang terkaya peringkat 29 di Indonesia berdasarkan majalah Forbes dengan jumlah kekayaan 400 juta dollar AS. Sandiaga Uno juga aktif dalam beberapa organisasi. Ia tergabung dalam master bisnis internasional yang berspesialisasi di Asia, yang notabene merupakan negara-negara Muslim serta DIB negara-negara Islam (Asia). Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sejak tahun 2004. Jejaring yang ia bangun melalui semua aktifitasnya di luar dan di dalam negeri ini tentu patut diperhitungkan sebagai salah satu faktor pendukung dalam perhelatan pilkada nanti, disamping tentunya kekuatan jejaring dari dua partai pendukung. Yaitu Gerindra dan PKS yang dikenal solid hingga pada jejaring di tingkat bawah  yang sudah terbukti dari masa ke masa.

Sebelumnya Sandi Uno memiliki mentor handal dalam menjalankan bisnisnya, yakni Alm. William Soeryadjaya (Pendiri PT Astra Internasional). Pada tahun 1998, Sandi Uno pun mendirikan perusahaan investasi bernama PT.Saratoga Investama Sedaya bersama Edwin Soeryajaya yang merupakan anak dari William Soeryadjaya. Klan para taipan ini bisa jadi akan menjadi pintu masuk dukungan kepada Uno saat Ahok kalah pada putaran pertama. Karena para taipan pendukung Ahok perlu menentukan pilihan di kemudian hari di saat Jalur “Teuku Umar” dan “Cikeas” masih sulit bersatu.
Menurut Siti Zuhro, dari segi pendidikan, popularitas, dan kompetensi, tidak ada yang meragukan keempat sosok pesaing Ahok tersebut. “Yang terpenting, mereka lulus integritasnya secara etika dan moral tidak dipersoalkan, nggak ‘mondar-mandir’ KPK dan Tipikor,” kata Siti pada Republika.com.

Dengan melihat kualitas, kapabilitas dan jejaring pendukung para rival, Ahok bisa mulai turun mental. Dan kini, masyarakat Jakarta bergembira sudah mulai bersiap untuk memberikan pilihannya pada pemimpin yang peduli rakyat dan yang bekerja dengan lebih professional.

 

 

 

Reporter: pry

Redaktur: prayudha

Sumber: Republika.com, antaranews.com, Wikipedia.org.

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2017 Designed & Developed by Ibrahim Vatih