Bantu Pemerintah & Masyarakat Tingkatkan Kesejahteraan Bangsa, Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Internasional
Rabu, 21 September 2016 (5:08 pm) / Filantropi

Di tengah-tengah kompleksitas masalah ekonomi bangsa, lembaga filantrophy berbasis da’wah Islam semakin memperlihatkan peran kuatnya dalam masyarakat kita. Ia adalah Dompet Dhuafa Filantropi. Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa secara resmi menerima penghargaan dari Ramon Magsaysay Award Foundation (RMAF) dari Pemerintah Filipina. Medali dan sertifikat diberikan langsung Wakil Presiden Filipina, Maria Leonor Robredo di Cultural Centre of Philippine.

Ismail A Said selaku Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, pasca prosesi penerimaan Penghargaan tersebut  mengatakan bahwa penghargaan Ramon Magsaysay ini didedikasikan untuk masyarakat miskin, para donatur, simpatisan, dan seluruh masyarakat Indonesia. “Penghargaan ini kami persembahkan kepada seluruh masyarakat miskin yang memiliki semangat dan etos kerja untuk bangkit meski dalam keterbatasan,” demikian ungkap Ismail A Said, kepada Republika, Rabu (31/8).Dompet Dhuafa juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada para donatur baik individu maupun lembaga yang dengan tulus membantu. Bergerak bersama mengangkat martabat mereka yang membutuhkan.

Sementara itu, Presiden Direktur Dompet Dhuafa Filantropi 2013-2016 ; Ahmad Juwaini, yang mendampingi Ismail mengatakan penghargaan ini didedikasikan kepada seluruh penggerak lembaga zakat dan lembaga sosial untuk terus meneguhkan pengabdian guna menciptakan masyarakat yang jauh lebih baik. “Ini adalah pengakuan internasional atas kerja-kerja lembaga zakat dalam memberdayakan masyarakat,” kata dia.

Sebagai Lembaga Amil Zakat terbesar di Indonesia, Dompet Dhuafa memiliki cita-cita yang sangat kuat untuk mengelola  zakat, infaq, sedekah dan wakaf sebagai salah satu solusi membantu menyelesaikan masalah kemiskinan dan sosial lainnya. Dengan membudayakan kerja pengelolaan zakat yang jauh lebih profesional. atas dana zakat,  diharapakan agar dana zakat dapat memberikan dampak  dan manfaat yang lebih signifikan bagi kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia.

Terpilihnya Dompet Dhuafa sebagai penerima Ramon Magsaysay Award 2016 dikarenakan kemampuannya mengelola zakat dengan inovatif, sehingga menjadikan jutaan masyarakat lebih sejahtera. “Dewan wali amanat RMAF mengakui organisasi ini dan para pemimpinnya berhasil mendefinisi ulang lanskap zakat di Indonesia, membantu jutaan orang terlepas dari persoalan keyakinan,” ujar Ketua Dewan Wali Amanah RMAF Ramon R del Rosario Jr.

Ramon Magsaysay Award adalah penghargaan yang diberikan kepada setiap orang atau kelompok, baik dari masyarakat sipil maupun pemerintah yang dianggap berjasa dalam berbagai bidang untuk melayani masyarakat. Penghargaan yang kerap disebut sebagai Nobel Asia ini pertama kali diberikan pada tahun 1958 untuk mengenang dan menghormati Presiden Filipina ke-tiga, Ramon Magsaysay.

Selain Dompet Dhuafa, tercatat sudah ada 24 orang dan lembaga yang menerima penghargaan ini dari Indonesia, mulai dari Mochtar Lubis, Raden Wasito, HB Jassin, Abdurrahman Wahid, Ahmad Syafiie Maarif, Tri Mumpuni, Butet Manurunng, KPK, hingga Dompet Dhuafa.
Peran aktif Dompet Duafa memang diakui sangat membantu masyarakat, juga pemerintah dalam mengatasi masalah Ekonomi bangsa. Carut marutnya kondisi ekonomi bangsa, membutuhkan tulang punggung baru yang akan memperkuat kerja pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan hingga September 2015 mencapai 28,51 juta atau 11,13% dari total penduduk Indonesia. Namun, jika dibanding periode September 2014 angka terus meningkat.

Kepala BPS Suryamin menyebutkan, pada periode September 2014 jumlah penduduk miskin masih sekitar 27,73 juta jiwa‎ atau 10,96% dari penduduk Indonesia. Dibanding September 2015, jumlah penduduk miskin meningkat sekitar 780 ribu jiwa. Demikian dilansir sindonews.com

Cukup tingginya lonjakan angka kemiskinan dibanding September 2014 lantaran harga komoditas beras yang naik. Harga barang yang secara umum  terus naik (inflasi), bukanlah satu-satunya masalah ekonomi bansa kita. Sadono Sukirno, dalam buku “Ekonomi Makro” menyebutkan  lima masalah pokok dibidang ekonomi yang dihadapi pemerintah, yakni;

  1. Masalah Defisit dalam neraca Pembayaran (Pembayaran ke Luar negeri lebih besar daripada penerimaan dari Luar Negeri). Ini disebabkan  impor  lebih besar dari ekspor. Hal ini mengakibatkan penurunan kegiatan ekonomi di dalam negeri.
  2. Masalah Kegiatan Perekonomian yang Fluktuatif, berakibat pada ketidakpastian kerja ekonomi masyarakat.
  3. Masalah Pertumbuhan Ekonomi (Produksi barang/jasa dalam masyarakat bertambah), untuk mengukur pertambahan barang dan jasa dalam satu tahun sering dikenal istilah Produk Domestik Bruto (PDB)
  4. Masalah Inflasi (peningkatan harga barang secara umum dan terus menerus), terjadi karena kenaikan biaya produksi, kelebihan jumlah uang beredar dan penimbunan barang oleh pedagang, serta kelebihan permintaan atas barang dan jasa
  5. Masalah pengangguran, daya serap angka usia kerja belum seimbang dengan jumlah SDM yang membutuhkan kerja di masyarakat .

Ahmad menuturkan, ikhtiar yang dilakukan Dompet Dhuafa sejak dibentuk tahun 1993. Sebagai LAZ yang telah berkiprah lebih dari dua dekade, Dompet Dhuafa memelopori inovasi program-program pemberdayaan di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Pengembangan Sosial (Relief). Sejak berdiri hingga akhir 2015, penerima manfaat berbagai program sosial , pembukaan laangan kerja serta usaha mandiri dan pengentasan kemiskinan Dompet Dhuafa telah mencapai 12.665.068 jiwa. Jumlah tersebut tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan 17 negara.

Dompet Dhuafa, melalui kegiatannya yang tersebar di seluruh Indonesia, dan melalui berbagai program di berbagai bidang, nyata-nyata telah menjadi penyangga kuat yang turut membantu pemerintah menghadapi 5 masalah ekonomi tersebut. Inilah solusi Islam, melalui Lembaga Amil Zakat yang profesional seperti Dompet Dhuafa, masyarakat dan pemerintah mulai merasakan “Rahmatan Lil Alamin”-nya. Setelah berkiprah selama selama 23 tahun, sejak didirikan pada tahun 1993, Dompet Duafa telah mendapatkan pengakuan Internasional karena membantu Pemerintah dan masyarakat menciptakan kesejateraan bangsa.

 

Redaktur: prayudha

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2017 Designed & Developed by Ibrahim Vatih