Karena Merasa Direndahkan, Edorgan Melakukan Hal ini Hingga Membuat Presiden Perancis Terbungkam
Senin, 22 Februari 2016 (8:52 pm) / Internasional
lci.tf1.fr

Pada tahun 2010, Nicholas Sarkozy yang menjabat sebagai Preisen Perancis saat itu mengadakan kunjungan singkat ke Turki, selama 6 saja. Dalam kunjungan itu, ia menolak datang sebagai Presiden Perancis. Ia lebih memilih untuk berkunjung sebagai seorang ketua organisasi G-20 yang dimana Perancis adalah sebagai ketua G-20 ketka itu dan salah satu anggotanya adalah negara turki.

Karena hal itu, Turki merasa direndahkan. Maka Perdana Menteri Turki ketika itu (Presiden Turki sekarang), Recep Tayyib Erdogan, bermaksud menegur Sarkozy dan memberinya pelajaran tentang bagaimana interaksi yang baik dengan sebuah bangsa yang besar.

Pada saat itu Edorgan pun memberi Nicholas Sarkozy sebuah hadiah dalam kunjungannya ke Ankara, untuk mengingatkan Sarkozy akan jasa besar Turki kepada negerinya (Perancis). Setelah melihat hadiah itu, Sarkozy terdiam tanpa berbicara sepatah kata apapun.

Sesungguhnya apakah hadiah itu , yang Erdogan ambil dari arsip kenegaraan Turki Ustmani untuk sang Presiden Perancis? Hadiah itu hanyalah sepucuk surat yang ditulis seorang Sultan Turki Ustmani untuk menjawab permohonan Raja Perancis, Francis I yang ditawan kerajaan Spanyol, dan meminta bantuan kekuatan Islam guna membebaskan Perancis dari penjajahan Spanyol.

Berikut ini adalah isi dari surat tersebut:

“Inilah surat dari Sulaiman, (di dalamnya) dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Akulah Sultan wilayah Laut Miditerania, Laut Hitam, Laut Merah, Anatolia, Rumelia (Balkan), Qurman Romawi, wilayah Dzil Qadariyah, wilayah Bakr, Kurdistan, Azerbaijan, ‘Ajam, Syam, Mesir, Makkah dan Madinah, Al-Quds, seluruh pemukiman Arab dan ‘Ajam, Negeri Hongaria, Qaishar dan negeri-negeri lainnya yang ditaklukkan oleh tangan keagunganku dengan pedang kemenangan. Bagi Allah segala pujian. Dan Allah Maha Besar.”

“Akulah Sultan Sulaiman putra Sultan Salim putra Sultan Bayazid… Kepada Francis, penguasa wilayah Perancis, wa ba’du…”

“Telah sampai kepada kami pesanmu yang dikirim lewat kurirmu, Frankban, yang menjelaskan bahwa musuh kalian telah menguasai negeri kalian. Juga bahwa kalian terkepung dan meminta bantuan pasukan untuk membebaskan kalian. Maka, semua permohonanmu telah disampaikan di hadapanku dan telah kumengerti dengan baik. Penangkapan seorang Raja adalah hal biasa. Maka tenanglah dan tak perlu gusar. Karena sesungguhnya kamilah penakluk negeri-negeri kuat dan benteng-benteng kokoh juga pematah serangan lawan kami. Dan sunguh kuda perang kami selalu terjaga siang dan malam, dan pedang-pedang kami selalu terhunus. Maka Allah memudahkan segala kebaikan dengan kehendakNya. Adapun hal-hal lainnya, maka akan disampaikan kepadamu oleh utusanmu.”

Tertanda: Sulaiman

Redaktur: A. Kamdina

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2017 Designed & Developed by Ibrahim Vatih