Salafi Indonesia Gembira Sambut Pelarangan Buku Ikhwanul Muslimin di Saudi
Jumat, 4 Desember 2015 (12:28 pm) / Bumi Islam

Komunitas Salafi di Indonesia menyambut gembira pelarangan buku-buku karya tokoh Ikhwanul Muslimin di perpustakaan-perpustakaan seluruh negeri Arab Saudi.

“Mantab jaya bang Salman,” komentar seorang aktivis Salafi, Yosia Christmas Sulistian, 4 Desember 2015.

Sementara itu, salah seorang ustadz Salafi, Dony Arif Wibowo, berkomentar retoris, “Mungkinkah Raja Salmaan dibenci setelah kemarin dicintai?”

Tak hanya itu, tokoh liberal Arab Saudi juga menyambut gembira pelarangan itu. Dalam komentarnya yang satir, Maaly alRibarary mengatakan, “Mereka telah menarik buku-buku dengan alasan bahwa kelompok Negara Islam [IS] anggota membaca buku-buku Al Qaradhawi sebelum mereka melakukan serangan bunuh diri. Saya benar-benar yakin bahwa 99,9 persen dari anggota IS belum membaca satu buku oleh Qaradhawi.”

Sementara itu, Abdullah Al Ujaimi menentang pelarangan tersebut, “Pada tahun 1960 satu shalat ghaib diadakan untuk Quthb di Arab Saudi, sekarang buku-bukunya telah dilarang. Apakah almarhum yang telah berubah pendapatnya atau masih hidup?

Pekan ini Kementerian Pendidikan Arab Saudi memerintahkan sekolah-sekolah di negeri itu untuk menyingkirkan 80 buku karya para penulis Islam yang terkait dengan jamaah Ikhwanul Muslimin. Karya Hassan Al Banna, Sayyid Quthb, Abul A’la Al Maududi, dan Yusuf Al Qaradhawi adalah salah satu buku yang akan disingkirkan dari rak-rak perpustakaan di sekolah-sekolah di seluruh kerajaan dalam dua minggu ke depan.

Padahal sejak bertahun-tahun lalu, pemerintah Arab Saudi membagikan buku-buku karya penulis Ikhwanul Muslimin secara gratis kepada masyarakat umum, para pelajar, dan jamaah haji.

Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2017 Designed & Developed by Ibrahim Vatih