‘Ustadz’ Iip Wijayanto Pamerkan Surat Izin Poligami dari Istrinya
Senin, 16 Maret 2015 (12:36 pm) / Nasional

‘Ustadz’ Iip Wijayanto, yang dikenal dengan bukunya Sex ‘n the Kost, memamerkan surat izin poligami dari istrinya, dr. Titik Kuntari, MPH, di laman Facebooknya, Sabtu 14 Maret 2015.

Dalam surat tulisan tangan itu, Titik Kuntari menyatakan bahwa ia merelakan suaminya, “Berjihad di jalan Allah SWT untuk mencapai cita-cita tertinggi untuk syahid dalam perang dimanapun membela agama Allah.”

Ia juga memberi izin, “Poligami hingga jumlah yang diperkenankan Allah SWT.”

Setelah sehari mempublish surat itu, ia pun menghapus surat tersebut. Ia memberikan alasan mengapa ia menghapusnya, bahwa ia sedang ‘berijtihad’ bahwa syarat poligami yang ditetapkan ulama-ulama terdahulu belumlah sempurna.

“Memang saya hanya berencana menampilkan postingan itu selama 1 hari saja… untuk melengkapi tajdid (pembaharuan) pemikiran terhadap para Ulama dulu bahwa seorang suami yg akan berpoligami tidak perlu mendapat izin bahkan sekedar memberitahukan isterinya. Saya hanya berusaha menyempurnakan fiqih itu, bahwa tetap yang terbaik dan langkah yang paling bijaksana setelah seorang suami memenuhi syarat prinsipil untuk berpoligami (hafal minimal 5 juz Al-Quran, hafal 5000 hadits, dapat menjadi imam sholat dengan lafaz yang aromaic (origional hebrew-red), dapat berkhutbah) maka dia juga harus dgn sabar memberikan pengertian, mentarbiyahi isterinya agar semua memiliki visi yang sama,” terangnya.

“Jangan sampai terjadi, suami berpoligami diam-diam tanpa sepengetahuan keluarga intinya. Dan juga sebagai da’i juga harus mempersiapkan mental ummatnya… Agar jangan sampai setelah sang ustadz berpoligami, ummat menjadi patah semangat,” lanjutnya.

Meski mendapat izin poligami dari istrinya, ia mengaku tidak akan segera menikah lagi, “Aku hanya ingin menunjukkan bahwa ada juga ustadz yang tetap berhati-hati meski sudah mendapatkan dukungan penuh dari isteri dan anak-anaknya. Mungkin aku baru akan menikah lagi dua, tiga, empat atau lima tahun lagi. Menunggu masa-masa berdamai dengan jiwa dan masa lalu yg pahit,memahami takdir tanpa berkeluh kesah.”

Siapa ‘Ustadz’ Iip Wijayanto?

Iip Wijayanto dikenal sebagai aktivis ‘pemerhati kegiatan esek-esek’ di seputar Yogyakarta. Menurut penelitiannya,  ditemukan 97,05% mahasiswi dari 1.660 responden di Yogyakarta sudah tidak perawan karena pernah melakukan seks pranikah selama menyelesaikan kuliah.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Lembaga Study Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Latihan Bisnis dan Humaniora (LSC&K PUSBIH) Iip Wijayanto kepada wartawan di DPRD DIY, Kamis kemarin. “Selain itu, 99,82% mahasiswi di Yogyakarta sudah mengenal seks dan pernah melakukan kegiatan yang mengarah ke sana,” katanya.

Yang lebih memprihatinkan, dari data tersebut 25% atau sekitar 415 responden sudah melakukannya dengan lebih dari satu pasangan. “Dari 1.660 orang responden hanya 3 orang responden yang mengaku sama sekali belum pernah melakukan termasuk sex-self service (masturbasi),” katanya.

Menurut Iip Wijayanto, penelitian ini dilakukan sejak tiga tahun lalu tepatnya 16 Juli 1999 hingga 16 Juli 2002. Hasilnya sangat memilukan. Penelitian melibatkan 2.000 responden berasal dari 16 institusi perguruan tinggi yang tersebar di Yogyakarta. Dari angka itu, responden yang bersedia menjadi pemasok data sebanyak 1.660 orang atau sekitar 83% dari target awal.

Nah, bagaimana menurut Anda?

 

Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2017 Designed & Developed by Ibrahim Vatih