Asesor BAN-PT Adakan Dialog dengan Dosen dan Mahasiswa STT Nurul Fikri
Senin, 15 Desember 2014 (12:45 pm) / Press Release, Sekolah & Kampus
Dialog Asesor BAN-PT dengan STT Nurul Fikri (Nurul Fikri)

Ada yang tertinggal dari proses visitasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terhadap Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Fikri (STT-NF), pekan lalu. Yakni, wawancara Asesor BAN-PT dengan dosen dan mahasiswa STT-NF.

Visitasi BAN-PT adalah dambaan semua perguruan tinggi di Indonesia. Jika proses akreditasi berjalan dengan baik berarti Prodi yang diverifikasi telah dipotret apa adanya dan dinilai memenuhi persyaratan atau sesuai dengan tuntutan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Kedua Prodi di STT-NF, Teknik Informatika dan Sistem Informasi, insya Allah telah memenuhi standar nasional. Hal itu tercermin dari singkatnya waktu visitasi karena semua dokumen yang diminta untuk diperiksa Tim Asesor dapat dipenuhi dengan baik oleh STT-NF. Padahal, banyak perguruan tinggi lain menjalani proses yang lebih panjang karena tak siap.

Seperti dinyatakan Dr. Ir. Petrus Mursanto, M.Sc., salah seorang Asesor dari Universitas Indonesia,

“Walau baru berusia dua tahun, STT-NF telah memiliki dokumen-dokumen yang diperlukan untuk penyelenggaraan sebuah program studi dengan sangat lengkap. Tak banyak perguruan tinggi yang siap seperti ini,” katanya sebagaimana rilis yang diterima Fimadani.

Selain pemeriksaan dokumen, yang menarik dari proses visitasi adalah wawancara tim Asesor dengan mahasiswa dan dosen STT-NF. Dalam kesempatan itu, para mahasiswa dan dosen STT-NF bisa blak-blakan menceritakan apa adanya kepada Asesor yang diwakili Dr. Mursanto dari UI. Ada tiga orang dosen STT-NF yang diwawancarai Asesor, yakni Mgs. Hendri, Suhendi, dan Amalia Rahmah.

Saat ditanya Asesor, sudah berapa lama bergabung di STT-NF, jawaban dosen beragam. Amalia menjelaskan baru masuk satu semester berjalan, sedang Suhendi bergabung sejak STT-NF dibuka pada akhir tahun 2012 lalu. Sementara Mgs. Hendri turut merintis pendirian STT-NF.

“Saya ikut mengajukan proposal pembentukan STT-NF ke Dirjen Pendidikan Tinggi bersama teman-teman pengajar kursus lain di LP3T-NF saat itu,” jelas Hendri.

Alasan bergabung dengan STT-NF sebagai dosen juga bervariasi. “Karena visi dan misinya sesuai dengan aspirasi saya,” jawab Amalia. Lalu Suhendi mengatakan, “Karena nuansa keislamannya di STT-NF cukup bagus dan penuh kekeluargaan.” Sedangkan Hendri yang ikut merintis berdirinya STT-NF berusaha dengan sungguh-sungguh agar STT-NF terus maju.

Soal kesejahteraan dosen, gaji dan fasilitas yang diterima, jawaban ketiga dosen umumnya sama.

“Alhamdulillah, cukup. Selain gaji bulanan juga mendapatkan tambahan ketika ada kegiatan khusus atau mengajar di luar jam kerja. Misalnya ketika mengajar pada hari Sabtu, Ahad atau kelas sore,” jelas Suhendi.

Amalia mengungkapkan ada tunjangan jabatan dan transpor, serta dapat asuransi kecelakaan dan tunjangan kesehatan melalui BPJS. Untuk Jabatan Fungsional, dosen sepenuhnya dibantu staf STT-NF dalam mengurusnya ke Kopertis.

“Saat ini, sudah ada dosen menjadi Asisten Ahli dan seorang lagi sedang diproses,” ujar Hendri.

Asesor bertanya lebih lanjut tentang jam kerja di STT-NF dan apa sanksinya kalau dosen ada yang tidak masuk. Secara umum ditetapkan delapan jam kerja per hari, mulai dari jam 08.00 sampai dengan jam 17.00 WIB. Pada hari Sabtu dan Ahad libur.

“Jika ada dosen yang tidak masuk, tentu uang taraspornya akan hilang. Selain itu, reputasi dosen akan buruk di mata manajemen STT-NF dan para mahasiswa,” papar Hendri.

Alhamdulillah, kehadiran dosen STT-NF secara umum dinilai bagus oleh mahasiswa. Ada evaluasi yang dilakukan tiap semester.

Asesor bertanya lagi soal makan siang para dosen di mana.

“Biasanya kami menitip ke office boy untuk membelikannya. Khusus hari Jum’at, selalu dapat jatah makan bersama untuk seluruh dosen dan pegawai STT-NF karena ada rapat manajemen,” Suhendi memaparkan.

“Apa yang Anda harapkan atau usulkan kepada manajemen STT-NF?” tanya Asesor Mursanto.

Amalia mengusulkan forum untuk berbagi (sharing) rutin antar dosen terkait dengan informasi terkini mengenai perkembangan teknologi informasi. Suhendi dan Hendri kompak mengusulkan fleksibelitas jam kerja, tidak dipatok seperti halnya pegawai kantor atau pun buruh.

“Misalnya per pekan ditetapkan 40 jam, dengan jadwal hadir yang tidak harus dari jam 08.00-17.00 WIB. Bisa lebih bebas, yang penting setiap ada jadwal mengajar, penelitian atau pun rapat bisa hadir. Dan total kehadiran pe pekan tidak boleh kurang dari 40 jam,” ucap mereka.

Respon dari Asesor cukup menggelitik kesadaran dosen.

“Kalau ada fleksibelitas waktu seperti itu, nanti mengajar di luar jam kerja, jadi nggak dapat honor tambahan dong?” sahut Asesor.

Para dosen cuma tersenyum. Tak semua yang dipikirkan baik secara individual juga baik secara kolektif. Memang membangun institusi pendidikan perlu pemahaman dan kerja kolektif. Proses akreditasi memeriksa, apakah standar kerja kolektif itu sudah diterapkan di semua lini organisasi.

Wawancara Asesor BAN-PT dengan Mahasiswa STT-NF dilakukan oleh Dr. Agus Harjoko. Ada delapan orang mahasiswa Prodi Sistem Informasi yang berkesempatan wawancara, karena tak ada kuliah atau kegiatan ekstra saat itu. Pertanyaan Asesor seputar alasan masuk STT-NF, kurikulum kerja lapangan, peluang mendapat beasiswa (di STT-NF dikenal sebagai Beastudi mahasiswa berprestasi) yang didapat dari kampus apa saja, IT Club yang ada, lomba bidang terkait IT Club yang ada, bimbingan akademik, asuransi mahasiswa, klinik kesehatan, pengisian KRS Online, penilaian dosen favorit, hingga kegiatan pengabdian masyarakat.

Jundi Rabbani, mahasiswa Prodi SI angkatan 2012 mengaku senang dengan kehadiran Asesor di STT-NF. Ia pun menuturkan,

“Penyelengaraan pendidikan di STT-NF cukup lengkap. Tak hanya prestasi akademik yang digenjot, tapi juga kreativitas mahasiswa didorong. Para dosen menyediakan waktu untuk konsultasi akademik dan mentoring kegiatan lain,” kata Jundi.

Ia pernah ditugaskan untuk mewakili STT-NF dalam pelatihan Pers Kampus yang diselenggarakan Kopertis IV dan mendapat banyak pengalaman baru.

Tentang keterbatasan beberapa fasilitas dan koleksi perpustakaan, pihak STT-NF bertekad untuk melengkapinya.

Akhirnya, Asesor berpesan agar semua mahasiswa menjalani proses perkuliahan dengan disiplin sehingga sukses mencapai prestasi dan cita-citanya. Akreditasi BAN-PT yang lancar merupakan bukti dari komitmen STT-NF mendidik para mahasiswa agar menjadi sarjana yang profesional dan siap masuk ke dunia kerja.

Redaktur: Abdillah

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2017 Designed & Developed by Ibrahim Vatih