Pembantaian Pro-Mursi, Syaikh Al Qaradhawi Serukan Pemimpin Arab Bertaubat

Senin, 29 Juli 2013 (7:33 am) / Bumi Islam

Syaikh Yusuf Al Qaradhawi mengutuk pembantaian pendukung presiden terpilih Mesir, DR Muhammad Mursi oleh pihak keamanan yang menewaskan 200 orang dan melukai 4500 lainnya. Ia juga menyerukan para pemimpin Arab yang mendukung dan mendanai kudeta militer untuk bertaubat karena turut bertanggungjawab atas pembantaian tersebut. Demikian dinyatakannya dalam siaran Al Jazeera, 27 Juli 2013.

Syaikh Al Qaradhawi mengkritik pemimpin kudeta militer Jenderal Abdul Fattah As Sisi yang hanya menganggap demo puluhan atau ratusan ribu di Tahrir dan Ittihadiyah dan melupakan puluhan juta di jalan-jalan lainnya yang mendukung Mursi. Puluhan juta rakyat yang demo tolak kudeta tidak dianggap rakyat Mesir oleh Sisi, sehingga dia menumpahkan darah rakyatnya. Menumpahkan darah abriya’ (sipil tak berdosa) adalah kriminal berat dalam agama. Ia (pelakunya) harus bertanggungjawab.

Menurutnya, apapun alasan dan klaim dukungan rakyat, tidak membenarkan melakukan pembunahan orang yang sedang shalat tarawih, qiyam. Mereka dibunuh secara zhalim. Korban syuhada itu bukan hanya dari kelompok Ikhwan, tapi semua elemen rakyat turun jalan menuntut konstitusi dan legitimasi dikembalikan.

“Kalian, yang mendukung pembunuhan ini, termasuk polisi dan militer ingatlah, tidak boleh membunuh Muslim! Kalian tidak boleh mengulangi ini! Kalian, polisi dan militer, tidak boleh mentaati pemimpin kalian yang menyuruh maksiat dan zhalim,” katanya

“Tidak ada keta’atan terhadap makhluk dalam bermaksiat,” Syaikh Al Qaradhawi mengutip kaidah kepemimpinan Islam.

Syaikh Al Qaradhawi menyerukan pertaubatan kepada para pelaku pembantaian dan ulama Al Azhar yang mendukung pembantaian tersebut.

“Anda (As Sisi), bertaubatlah pada Allah. Begitu juga ulama Al Azhar, putra-putra Al Azhar untuk menolak pembunuhan. Ini tidak boleh terjadi. Sebab, membunuh satu orang berarti membunuh umat manusia semua. Saya serukan semua keluarga besar Al Azhar untuk menyelamatkan kemanusiaan.”

Beliau mempersoalkan pendirian Syaikh Al Azhar, Dr. Ahmad Ath Thayyib. “Siapa yang mengatakan bahwa membunuh manusia merupakan perkara yang lebih ringan dari dua dharar (kaedah akhaffu dhararain)? Pernahkah Anda meminta pandangan Haiah Kibar Ulama’ Al Azhar? Wajib bagi Anda untuk mencabut kembali dari pendirian ini. Saya menyeru saudara-saudara saya dalam Haiah Kibar Ulama’ dan Lembaga Penyelidikan Islam untuk sama-sama mengkaji pendirian Syaikh Al Azhar.”

Beliau menyerukan media massa untuk memberitakan yang benar tentang Mesir, dan tidak takut pada tekanan pemerintahan kudeta. Apalagi melacurkan diri ddengan memfitnah dan memutarbalikkan fakta.

“Kepada media massa, di pundak kalian tugas mulia, jangan sampai melacurkan diri dengan memfitnah dan memutarbalikkan fakta. Beritakan yangg benar!”

Beliau meminta para pemimpin Islam seperti Indonesia Malaysia dan lainnya untuk menolong rakyat Mesir. Karena sesama Muslim adalah bersaudara. Untuk umat manusia secara umum, Syaikh Al Qaradhawi menyatakan mereka punya kewajiban kemanusiaan untuk menghentikan pertumpahan darah ini. Apapun bahasa dan agama mereka.

Ia juga meminta para pemimpin Mesir hasil kudeta dan pemimpin Arab yang mendukung kudeta untuk bertaubat dan kembali ke jalan Allah.

“Amr Musa, El Barada’i, Shabbahi, dan lain-lain sadarlah! Kalian tidak boleh memaksakan kehendak kalian. Kalian telah ikut pemilu dan kotak suara memilih Mursi. Saya serukan pimimpin dunia Arab, Anda Raja Abdullah, wahai Khadim Al Haramain, juga pemimpin Emirat, kembalilah ke jalan Allah. Kenapa kalian danai kudeta dan karena itu kalian turut serta membunuh sipil tak berdosa! Kalian, bertaubatlah!”

 

Redaktur: Shabra Syatila

Copyright © 2011 – 2014