Pidato Pertama Mursi Pasca Kudeta Militer Mesir

Jumat, 5 Juli 2013 (7:43 am) / Bumi Islam

Hari Kamis, (04/07/2013), sehari setelah Jendral Abdul Fatah As Sisi, mengambil alih kekuasaan,  (03/07/2013), dan sebelum kemudian Presiden Muhammad Mursi dinyatakan sebagai tahanan rumah, presiden pengganti Husni Mubarak itu merilis pernyataan melalui video amatir, yang diunggah ke laman Youtube.

Dalam risalahnya yang disampaikan dalam Bahasa Arab,  Mursi menyampaikan beberapa hal terkait gejolak politik di negerinya, sebagaimana diberitakan Hidayatullah.

“Saya sampaikan risalah ini untuk segenap penduduki Mesir, baik pendukung maupun penentang, bagi siapa saja yang mengharapkan kemerdekaan dan keadilan sosial, yang berharap anak cucu bangsa kelak akan memimpin Negeri ini, sehingga mempunyai kesempatan untuk mengusai berbagai hal yang memang menjadi  hak negeri Mesir.”

Muhammad Mursi juga mengingatkan sejarah Mesir yang sangat penting, di mana adanya kebangkitan revolusi setelah sekian lama tertindas di bawah rezim militer.

“Sungguh bangsa Mesir telah tertindas, sungguh bangsa ini telah ditindas, berkali – kali begitu lamanya. Kemudian sejarah mencatat revolusi besar Mesir, yang terjadi pada 25 Januari 2011 lalu, di mana kita semua turun dan membanjiri seluruh jalanan kota, menuntut agar pengusa zalim dan mujrim turun dan meninggalkan kekuasaannya, dan kita telah berhasil.”

Tak lupa, ia mengatakan, bahwa tumbangnya Presiden Mubarak masih menyisakan banyak pegawai dan orang-orang Orde Lama di bekas pemerintahan tersebut. Menurutnya, mereka masih banyak tersisa, terus bergerak dan bergerilya.

“Kemudian kita berhasil melakukan pemilihan yang resmi, merdeka, dan sah, disaksikan oleh Mesir dan Negara Internasioanal. Dan mengangkat Presiden resmi Mesir dengan cara tersebut,” tegasnya.

Dalam videonya berjudul كلمة الرئيس مرسي للشعب المصري ٢ يوليو – خطاب الشرعية (Pidato Presiden Mursi kepada Rakyat Mesir 2 Juli – Pidato yang Sah) Mursi juga mengatakan bahwa dia telah mengoptimalkan segala daya dan upaya untuk kebaikan Mesir.

“Maka mulai hari itu, saya mengoptimalkan segenap daya dan upaya, untuk Mesir mencapai segala cita citanya. Agar anak cucu bangsa mendapat kemerdekaan sejati dan keadilan yang benar, yang kemudian mereka akan membawa Negeri ini menuju prestasi yang gemilang.”

Tak lupa, Mursi mengingtkan Undang-undang telah disepakati oleh 64 % penduduk Mesir, maka harus dihormati oleh semua penduduk. Untuk kemudian bersama bergerak maju menuju prestasi gemilang.

“Kita sekarang hidup di masa demokrasi, demokrasi dalam arti sebagaimana dunia tahu dan mengartikannya, yaitu mengambil suara terbanyak, menampung suara rakyat, kemudian mengumumkan (memutuskan) hasil, dan sudah diputuskan.”

“Dan sekarang, ada usaha-usaha untuk menghentikan perundang-undangan ini, menolak dan membekukannya, maka saya sangat tidak setuju, saya menentang segala usaha tersebut. Apa yang terjadi? Apakah kita ingin terjadi pertumpahan darah? Tentu tidak,” ujarnya.

Dengan mengklaim masih sebagai Presiden resmi Mesir, Mursi mengatakan;  “Saya Presiden Mesir, saya perintahkan kepada seluruh masyarakat, elemen pemerintahan, terutama militer dan kementrian dalam negeri, hendaknya menghormati Undang-undang yang sudah kita sepakati semua 25 Desember 2012 lalu, dan Revolusi besar 25 Januari 2012.”

“Maka saya perintahkan kalian untuk berpegang teguh kepada tali Allah, hormati dan patuhi Undang-undang yang sudah kita jalankan bersama dari tanggal 25 Januari 2012 lalu. Tidak ada Undang-undang lain, saya tidak terima jika demikian.”

“Saya katakan kepada seluruh penduduk negeri, segenap elemen pemerintahan, bahwa tugas terbesar sekarang adalah menjaga darah penduduk, kita akan mempertanggung jawabkan hal ini di hadapan Allah. Apa yang telah kalian lakukan terhadap amanah di atas pundak kalian?”

“Saya di sini bersama kalian, dari beberapa bulan yang lalu, beberapa minggu, beberapa hari, bahkan sampai sekarang, saya selalu bersama kalian, siap untuk duduk bersama mencari jalan keluar dari semua ini. Tidak ada penghalang bagi saya untuk melakukan hal tersebut, tidak ada sama sekali sebagimana telah saya jabarkan di atas. “

“Saya tidak rela bila kalian saling berperang, bahkan saya perintahkan kalian untuk tidak saling berperang. Saya tidak rela bila kalian mundur ke belakang, dan saya tidak akan menerima bahwa ada Undang-undang baru. Undang-undang dasar yang selalu berubah dalam hitungan bulan tidak lain adalah faudhah, tidak memiliki dasar hukum sama sekali.”

“Saya katakan kepada seluruh penduduk Mesir, seluruhnya, warga sipil dan semua elemen pemerintahan, kementrian dalam negeri dan juga militer, kita hidup di bawah langit Rab kita. Kita sama mengetahui tugas kita, tugas bersama. Tugas terbesar kita saat ini adalah menjaga keamanan negeri ini. Menjaga anak-cucu negeri, menjaga darah mereka, yaitu dengan cara menjaga undang undang yang sudah kita sepakati bersama tempo dulu.”

“Saya bersama kalian, saya berdiri diantara kalian, saya selalu dan akan terus bersama kalian, untuk menjaga undang undang dasar. Dan tidak ada penghalang bagi saya sebagaimana saya katakana di atas. Dari beberapa bulan lalu, bebrapa minggu dan hari yang lalu, sampai sekarang, saya katakana saya siap untuk duduk bersama semua, bermusyawarah dengan semua pihak baik Pendukung maupun Penentang. Inilah langkah untuk mencari solusi yang sudah saya jabarkan kepada kalian, kalian sekarang mengetahui hal tersebut.”

“Dan apabila yang terjadi tidak demikian, maka orang orang yang melakukan hal tersebut akan mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah, di hadapan sejarah, di hadapan masyarakat.”

“Tidak mungkin seseorang yang memiliki kekuatan, menguasai sebagaian bahkan seluruh penduduk negri ini, untuk memaksakan keinginnanya dengan cara seperti ini (kudeta), bahkan sekalipun orang tersebut adalah saya. Saya tidak pernah memimpin dengan paksaan, menghalangi penduduk untuk mengutarakan pendapatnya, ini tidak boleh terjadi. Tidak boleh bagi saya, tidak pula bagi orang lain.”

“Maka, kita harus memegang teguh Undang-undang, kita wajib menghormati undang-undang, karena kita semua mencintai tanah air kita, kita mencintai Mesir Kita, Kita mencintai Negara Arab, kita bangga menjadi anak cucu bangsa, yang melakukan kewajibannya.”

“Maka inilah saya, saya menjalankan kewajiban saya, saya perintahkan untuk menghormati Undang-undang, tidak ada perubahan terhadap perundang-undangan yang sudah kita sepakati bersama. Tidak ada pengganti bagi penghormatan terhadap suara dan keinginan rakyat.”

“Saya mengakui dan tidak mengingkari bahwa ada keinginan besar dari rakyat yang menentang saya, tapi saya juga tahu bahwa di sana tidak kalah banyak suara dan dukungan rakyat terhadap saya. Di belakang saya, setahun silam dan enam bulan kebelakang, mereka berhasil dengan cara yang disepakati oleh Undang-undang dasar, melewati jalan yang diterima oleh semua pihak. Dan kita berada di bawahnya selama selama satu tahun, ini adalah penerimaan masyarakat. Dan ini juga bukti bahwa tidak ada ganti terhadap undang undang ini.”

“Akan tetapi sekarang, ada yang mengajak kita untuk membekukan Undang-undag tersebut, dan mengajak kita kembali ke (pemerintahan) yang lalu, hal ini tidak akan membawa kita maju ke depan.”

“Saya bersama kalian, saya berada diantara kalian, untuk memegang teguh syari’at Undang-undang. Kita mencintai Rab Kita melebihi tanah air kita, dan kita berbuat adil, adil dengan apa yang kita katakan. Kami menginginkan kemerdekaan dan keadilan untuk anak anak kita.”

Selanjutnya,  Mursi menutup dengan do’anya untuk bangsa mesir, kecintaan yang mendalam, dan mengajak untuk berjalan bersama, menyambut pertolongan Allah.

Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih