HTI Beri Nasihat Muhammadiyah tentang Penetapan Awal Bulan Hijriyah

Senin, 24 Juni 2013 (12:05 pm) / Nasional

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memberikan nasihat bagi organisasi massa terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, tentang penentuan awal bulan Hijriyah yang menggunakan hisab wujudul hilal. HTI sendiri dalam menetapkan awal dan akhir bulan suci Ramadhan berdasarkan melihat hilal (rukyatul hilal).

“Kalau HTI berdasarkan Hadits HR Muslim no.1810, dari Abu Hurairah RA, ‘Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian karena melihatnya (hilal). Apabila pandangan kalian terhalang mendung, maka hitunglah tiga puluh hari’,” kata Ketua DPP HTI Farid Wajdi, Senin (24/06), seperti dikutip I-Today.

Kata Farid, dalam penetapan awal dan akhir Ramadhan dengan rukyatul hilal secara global.

“Kalau di suatu daerah melihat hilal, maka daerah lain melaksanakan ibadah puasa dan itu dilaksanakan secara global,” papar Farid.

Farid melihat masih adanya perbedaan penetapan awal dan akhir Ramadhan karena tidak ada kehilafahan  yang diterima umat Islam.

“Maka perlu adanya Khilafah Islamiyah agar dapat mempersatukan penetapan awal dan akhir Ramadhan,” jelas Farid.

Kata Farid, perbedaan awal dan akhir puasa yang terjadi sekarang ini bukan perbedaan metodologi. Tapi diakibatkan oleh ego nasionalisme.

“Masing-masing negeri muslim menetapkan sendiri-sendiri awal dan akhir Ramadhan berdasar hasil perhitungan atau rukyah yang di dapat di wilayah negara itu,” pungkas Farid.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1434 Hijriyah/2013 Masehi jatuh pada Selasa Wage, 9 Juli 2013 dan 1 Syawal 1434 H/2013 M jatuh pada Kamis Wage, 8 Agustus 2013.

Redaktur: Shabra Syatila

Copyright © 2011 – 2014