liputan6.com

Zainal Nur Rizki, putra angkat Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, yang meninggal Rabu 29 Mei 2013 kemarin, berangkat ke Afrika Selatan untuk belajar Islam di pondok pesantren milik Jamaah Tabligh.

Diceritakan Wiranto, putranya itu pernah  kuliah satu semester di Fakultas Hukum UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta. Tapi tidak melanjutkan karena tertarik untuk belajar agama.

“Akhirnya Ia ambil keputusan bahwa Ia lebih baik dalami agama dulu, merasa ada yang salah selama ini dalam hidupnya. Ia minta izin untuk pindah ke sekolah agama. Lalu mencari tempat belajar agama terbaik untuk pendalamam Al Quran,” kata Wiranto, seperti dilansir Detik.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Zainal pergi ke Afrika Selatan untuk menghafal Al Quran dan memilih pesantren Darul Ulum Zakariyya. Dia baru belajar selama dua tahun disana. Darul Ulum Zakariyya adalah salah satu tempat terbesar pusat pengajaran Islam Jamaah Tabligh. Pendiri pesantren tersebut adalah seorang warga Afrika Selatan keturunan India.

Menurut politisi Yuddy Chrisnandi, Zainal baru saja menikah bulan Maret 2013 yang lalu.

“Zainal Nur Rizki putra bungsu Pak Wiranto usianya masih 23 tahun dan baru menikah Maret lalu di Afrika Selatan. Dinikahkan oleh Pak Wiranto dan Ibu,” kata Yuddy.

Sementara itu KH Yusuf Supendi menyatakan bahwa almarhum Zainal yang sedang dalam proses belajar Al Quran berarti wafat fi sabilillah.

“Almarhum Zainal Nur Rizki wafat fi Sabilillah, karena almarhum berada di Afrika Selatan dalam rangka menuntut ilmu dan mendalami Al Quran al Karim dengan bimbingan umat Islam keturunan India,” jelas Yusuf Supendi kepada itoday.

Menurut Yusuf Supendi, almarhum Zainal, baru menjalani studi Al Quran di Johanesburg, Afrika Selatan, selama dua tahun. “Masih perlu waktu lima tahun lagi bagi almarhum untuk menyelesaikan studinya,” ungkap Yusuf Supendi.


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI