al-musyawarah

Syiah Indonesia mengancam akan membawa kasus Syiah Sampang Madura ke dunia internasional jika pemerintah tidak bisa menyelesaikannya. Hal itu dinyatakan oleh DR. Umar Shahab, Ketua Dewan Syuro Ahlul Bait Indonesia, Senin 13 Mei 2013 dalam rilis persnya.

“Seluruh kelompok minoritas merasa sangat terancam hidupnya di bawah kepemimpinan Rezim SBY. Kami  menuntut DPR sebagai representasi politik warga negara, melakukan tindakan konstitusional menyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Jika itu tidak bisa dilakukan, maka komunitas Syiah Indonesia akan melakukan internasionalisasi atas kasus kekerasan, diskriminasi, dan pelanggaran HAM yang serius ini,” katanya.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Ia menjelaskan bahwa kasus Sampang telah membawa penderitaan dan kekecewaan sekitar 2 juta warga Syiah di seluruh Indonesia. Terlebih, semenjak persetujuan relokasi 168 pengungsi muslim Syiah yang berada di GOR Sampang oleh Forum Pimpinan Daerah Sampang pada 7 Mei 2013.

“Seluruh komunitas Syiah di Indonesia hati dan raganya merasa turut menjadi bagian dari relokasi tersebut,” paparnya.

Alumnus universitas Iran tersebut mengaku sejak 2 tahun belakangan ini, seluruh cara yang beradab dan konstitutional sudah dilakukan komunitas muslim Syiah bersama-sama dengan Aliansi Solidaritas Kasus Sampang. Rangkaian proses hukum telah dilalui, seluruh lembaga negara yang relevan telah didatangi, upaya Judicial Review di MK telah ditempuh, dialog dan membuka diri untuk berunding telah dilakukan. Namun, ia melihat bahwa semua itu tidak berhasil.

“Dengan alasan itu, maka pada hari Selasa 14 Mei 2013 jam 11-13 para alim ulama Syiah se-Indonesia yang selama ini menempuh cara prosedural memutuskan untuk melakukan aksi ke DPR menuntut DPR melakukan pemanggilan pihak pemerintah terkait penyelesaian yang konstitutional terhadap nasib pengungsi Syiah yang ada di Sampang dan ancaman konflik terhadap kelompok minoritas yang selama rezim SBY ini marak dan dibiarkan terus terjadi,” ujarnya.


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI