sabq.org

Majelis Syura Arab Saudi, badan pemberi saran kepada pemerintah terkait undang-undang, menyarankan perubahan hari libur resmi pemerintah menjadi Jumat dan Sabtu, untuk mendorong perekonomian negara, kata laporan media setempat seperti dikutip Reuters pada Senin (22/4).

Menurut pengusaha dan pakar ekonomi setempat, hari libur resmi saat ini yakni Kamis-Jumat, tidak bagus untuk perekonomian, karena mengurangi waktu perusahaan Saudi bekerja dengan rekan mereka di luar negeri.

Meski demikian, beberapa ulama konservatif berpengaruh di tanah kelahiran Islam itu selalu menentang langkah tersebut, dan menganggapnya sebagai upaya untuk mendekatkan kerajaan pada budaya Yahudi dan Kristen.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Sebelumnya Pemerintah Oman mengatakan akan mengganti hari libur resmi menjadi Jumat-Sabtu mulai Mei. Dengan langkah Oman ini, berarti Saudi Arabia akan menjadi satu-satunya negara di teluk Arab yang masih mempertahankan hari libur Kamis-Jumat.

“Terutama untuk sektor keuangan, ini penting. Sekarang ini mereka hanya terhubung tiga hari dalam seminggu dengan sistem keuangan internasional. Untuk perusahaan lain perubahan ini akan membuat mereka semakin nyaman, dengan tambahan satu hari lagi,” kata Les Jenka, ketua American Business Group di Riyadh.

Perubahan hari libur itu akan memberikan dampak penting bagi bursa di Arab Saudi, yang sangat dipengaruhi oleh harga energi internasional dan pasar saham dunia, namun hanya punya tiga hari kerja.

Sementara itu laman al-Riyadh dan al-Medina melaporkan, Majelis As-Shura yang dipilih oleh raja Arab Saudi namun tidak mempunyak hak veto terhadap UU baru, memutuskan untuk memberi rekomendasi kepada pemerintah terkait perubahan hari libur.

Medina melaporkan sebanyak 83 anggota Majelis mendukung rekomendasi tersebut dan 43 lainnya menentang. Sebagian besar UU yang diluluskan mendapat persetujuan dari Majelis ini, namun rekomendasi Majelis bukan berarti akan segera diwujudkan menjadi UU dalam waktu dekat.

Arab Saudi hanya menetapkan hari libur untuk lembaga pemerintah, sedangkan perusahaan asing hanya diminta memberi libur sehari dalam seminggu.


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI