Anggota Kopassus Akui Serbu Lapas Cebongan

Kamis, 4 April 2013 (7:15 pm) / Hukum & Kriminal

Tim investigasi TNI Angkatan Darat tidak menemukan kesulitan untuk menemukan pelaku penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Yogyakarta. Sebab, para oknum anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang menjadi pelaku langsung mengakui perbuatannya.

“Menjadi catatan khusus, para pelaku secara ksatria mengakui perbuatannya sejak hari pertama penyelidikan,” kata Ketua Tim Investigasi TNI AD Brigjen Unggul K Yudhoyono dalam jumpa pers di Kartika Media Center, Jakarta, Kamis (4/4), seperti dikutip Kompas.

Penyerbuan lapas melibatkan 11 oknum anggota Kopassus, dengan satu orang eksekutor dan dua orang berusaha mencegah penyerbuan.

“(Penyerangan) melibatkan 11 orang, terdiri dari satu orang eksekutor berinisial U, delapan pendukung, dan dua orang yang lain berusaha mencegah tindakan rekan-rekannya,” kata Ketua Tim Investigasi Penyerangan Lapas Cebongan dari TNI AD, Brigjen Unggul K Yudhoyono, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (4/4/2013). Dari 11 orang itu, dia menyebutkan, tiga orang berasal dari daerah latihan Gunung Lawu.

Ke-11 pelaku menumpang tiga kendaraan berbeda. Unggul menyebutkan, pelaku penyerangan menggunakan Toyota Avanza berwarna biru dan Suzuki APV hitam. Sementara dua orang yang berusaha mencegah penyerangan menggunakan Daihatsu Feroza.

Unggul, yang juga Wakil Komandan Pusat Polisi Militer (POM) mengungkapkan, para pelaku yang merupakan oknum anggota TNI AD dari Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Pelaku siap mempertanggung jawabkan apapun resiko atas dasar kehormatan prajurit ksatria,” imbuhnya.

Menurut Unggul, para pelaku melakukan hal ini dilandasi oleh rasa solidaritas tinggi atas rekannya yang tewas dan dibacok para tersangka. Ada dua mantan anggota Grup 2 Kopassus yang menjadi korban. Yang pertama, Serka Heru Santosa, anggota Den Intel Kodam IV/Diponegoro yang tewas dikeroyok dan ditusuk. Kedua, Sertu Sriyono, prajurit Kodim 0734 Yogyakarta, yang dibunuh dan dibacok kepalanya.

Mereka diduga dibunuh dan dianiaya kelompok preman yang sama. Kelompok inilah yang menjadi korban penyerbuan anggota Kopasus ke Lp Cebongan. “Eksekutornya adalah 1 orang berinisial U,” kata Unggul.

Para korban adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaja, Yohanes Juan Manbait, dan Gameliel Yermianto Rohi Riwu. Mereka adalah tersangka kasus pembunuhan Serka Heru. Mereka tewas diberondong senapan serbu dengan 31 peluru ditemukan di tubuh mereka.

Penyerangan ke lapas ini terjadi pada 23 Maret 2013 pukul 00.15 WIB. Empat tahanan terbunuh, yaitu para pelaku pembunuhan terhadap anggota Kopassus Serka Heru Santoso pada 19 Maret 2013 dan pembacokan mantan anggota Kopassus Serka Sriyono pada 20 Maret 2013.

Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih