VIPDesignUSA/Shutterstock

Drop-out besar-besaran terjadi di India. Sebanyak 1.600 siswa SMA di negara bagian Bihar, India harus rela dikeluarkan dari sekolahnya lantaran tertangkap basah menyontek. Selain itu, sebanyak 100 orangtua yang ditengarai ikut berperan dalam aksi curang itu juga ditahan dan akan diproses hukum.

BBC melaporkan, Rabu (20/3), pengeluaran massal siswa di India ini terjadi setelah guru, polisi dan petugas departemen pendidikan melakukan pengawasan ekstra ketat ujian akhir SMA di Bihar. Wilayah ini memang terkenal akan budaya menyonteknya.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Aksi menyontek para siswa dilakukan dengan mengintip jawaban dari buku teks, atau melalui catatan kecil. Bahkan ada yang terang-terangan dibantu oleh orangtuanya.

Para orangtua yang berlaku sebagai pengawas ujian kerap melemparkan jawaban kepada anaknya, atau menitipkannya pada anak yang lain. Meski telah tertangkap basah oleh polisi, namun para orangtua ini malah membentak balik. Tak ayal cekcok antara keduanya tak terelakkan.

Pihak pejabat departemen pendidikan Bihar, Lallan Jha mengatakan, siswa yang dikeluarkan baru diperbolehkan mengikuti ujian ulang setelah tiga tahun. Para orangtua yang tertangkap tangan membantu menyontek akan didenda 2.000 rupee (setara Rp 349.000) atau penjara selama 6 bulan.

Peristiwa ini telah bertahun-tahun terjadi di Bihar. Tahun sebelumnya, sebuah koran lokal menampilkan gambar siswa tengah dibantu orangtuanya menyontek saat ujian. Sayang, publikasi ini tak mampu memupus aksi koruptif tersebut.

Lebih dari 1,3 juta siswa di 4.000 sekolah mengikuti ujian selama lima hari. Bihar merupakan negara bagian di India yang wilayahnya termiskin, dengan angka buta huruf mencapai 36%.


Redaktur: R.S. Permana

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI