Masjid Kekecilan, Gereja Berbagi Tempat Ibadah dengan Umat Muslim

Selasa, 19 Maret 2013 (6:59 pm) / Internasional

Sebuah gereja di Aberdeen menjadi gereja pertama di Inggris yang bersedia berbagi tempat ibadah dengan umat Muslim. Gereja Episkopal Saint John mempersilakan umat Muslim setempat untuk menunaikan salat lima waktu di salah satu gedung gereja yang terletak dekat dengan masjid.

Pendeta Isaac Poobalan (50), selaku kepala gereja itu telah menyerahkan aula gerejanya kepada Imam Kepala Ahmed Megharbi untuk dapat digunakan sebagai tempat salat. Imam Megharbi pun lalu salat di situ

Dilansir laman Dailymail, Senin 18 Maret 2013, Pendeta Poobalan mengungkapkan tindakan ini dia lakukan karena ukuran masjid di situ terlalu kecil sehingga tidak dapat menampung umat Muslim setempat yang datang beribadah.

“Masjid itu selalu sangat penuh di beberapa kesempatan. Ada banyak orang yang berdoa sambil diterpa angin dingin dan hujan,” ujarnya.

Melihat kondisi itu, Poobalan merasa turut prihatin. Dia berpikir apabila tidak berbuat sesuatu untuk membantu, artinya dia sama saja tidak menjalankan keyakinannya dengan benar.

“Ada banyak umat Muslim yang salat di luar ketika salju turun pertama kali di musim dingin dan itu pemandangan yang sulit sekali untuk diabaikan,” katanya.

Tergerak ingin menolong, Pooblan kemudian melihat ada satu gedung milik gereja yang tidak dipakai saat makan siang di hari Jumat. Dia merasa itu pas karena pada hari itu banyak umat Muslim datang untuk salat Jumat.

Pooblan lalu mengajak umat Kristiani untuk bersedia membantu dan meminjamkan gedung tersebut. Setelah itu, dia berkomunikasi dengan imam masjid. Awalnya, terdapat keraguan di kalangan umat muslim terhadap tawaran itu, karena peristiwa seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

“Tapi akhirnya mereka menerima tawaran kami dan ini merupakan persahabatan yang positif,” ujar Pooblan, lega.

Dia mengatakan apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang biasa saja dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan agama.

“Ini semua didasarkan pada hakikat manusia. Memiliki kepercayaan yang berbeda bukan berarti memisahkan kita sebagai manusia,” dia menegaskan. Hubungan erat antar kedua umat beragama ini juga dipandang positif oleh Megharbi. Dia memaparkan hubungan antara umat Muslim dan Kristiani di wilayah itu sangat harmonis. “Hubungan ini merupakan persahabatan dan dibangun di atas rasa hormat,” ujarnya.

Ini bukan kali pertama kedua umat saling berbagi. Pada malam Natal 2010, kedua umat beragama membuka pintu gereja dan masjid untuk berdoa, makan bersama, dan bersosialisasi. Sedangkan di tahun 2011, gereja dan masjid bekerjasama menggelar perayaan memperingati 10 tahun tragedi serangan 11 September ke AS.

Redaktur: Alif Fayyadh

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih