dakwatuna.com

Syayma Karimah, alumnus SMA IT Al Kahfi, Cigombong Bogor, Jawa Barat, merasa bangga dan bersyukur, karena bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi di Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, melalui jalur berbeda dengan mahasiswa lain. Demikian dilaporkan Merdeka.

Putri pasangan Muhammad Supariyono dan Miftahatul Bariyah yang lahir di Bogor, 5 juni 1994 lalu ini, diterima di Fakultas Kedokteran, UNS, tahun 2012 lalu, berkat kelebihannya menghafal Al Quran.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Mahasiswi semester dua ini merasa beruntung dan dipermudah masuk UNS karena dirinya mempunyai kelebihan hafidz Al Quran 30 juz, dibandingkan siswi lain saat mendaftar kuliah. Syayma menceritakan, dirinya mendapatkan undangan untuk mengikuti ujian masuk UNS, yang salah satu syaratnya adalah hafal Al Quran.

“Saat mendaftar saya melampirkan syarat-syarat, seperti surat keterangan hafidz 30 juz, sertifikat juara II lomba pidato bahasa Arab, ajang remaja berprestasi tingkat Jawa barat dan DKI Jakarta, dan juara V Olimpiade Sains Nasional Cabang Kimia tingkat Kabupaten Bogor,” ujar Syayma, Senin (18/3).

Selain syarat tersebut, menurut Syayma, syarat utama untuk masuk Fakultas Kedokteran adalah nilai rapor. Saat seleksi terakhir, lanjut Syayma, nilai rapornya sama dengan peserta seleksi lain. Namun karena dirinya menyertakan surat keterangan hafidz 30 juz Al Quran, UNS lebih memilihnya menjadi calon mahasiswa.

“Bangga dan bersyukur rasanya, karena saya yang lebih diprioritaskan untuk diterima, tanpa harus membayar uang pangkal, meskipun nilai rapor kami sama, sama,” katanya.

Sementara itu, Rektor UNS Surakarta Ravik Karsidi membenarkan kampusnya memiliki jalur khusus penerimaan bagi calon mahasiswa yang punya keahlian menghafal Alquran, sejak tahun 2011. Salah satu syaratnya harus hafal minimal 20 juz Al Quran. Sejak tahun 2012, sudah sudah ada delapan mahasiswa yang diterima di UNS.

“Ini bentuk apresiasi kepada penghafal Al Quran. Ada 8 siswa yang kami terima, 2011 ada tiga siswa, 2012 ada lima. Mereka masing-masing di Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,” ujarnya.

Menurut Ravik kedelapan mahasiswa tersebut juga dilibatkan dalam kegiatan keagamaan yang dipusatkan di masjid kampus. Kegiatan tersebut bukan hanya menghafal Al Quran, tetapi juga bagaimana mengamalkannya. Sementara bagi mereka yang kurang mampu, UNS akan mengikutsertakannya dalam program Bidik Misi.


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI