Pasukan Malaysia Serang Orang Sulu di Sabah

Jumat, 1 Maret 2013 (3:56 pm) / Bumi Islam

Setelah memasuki minggu ketiga ketegangan di wilayah Lahad Datu, Sabah, kedua kubu yang bersitegang akhirnya baku tembak. Pasukan Malaysia melancarkan serangan Jumat pagi ini setelah orang Sulu tidak juga hengkang setelah tenggat waktu yang diberikan telah lewat.

Pemimpin gerombolah Sulu di Lahad Datu, Raja Muda Agbimuddin Kiram, dalam wawancara dengan radio Filipina dzBB yang dikutip GMA News, mengatakan bahwa pasukan Malaysia menembaki mereka sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat.

“Mereka tiba-tiba menyerang, kami harus mempertahankan diri kami,” kata Raja. Ditanya kapan pasukan Malaysia masuk dan menyerang, Raja mengatakan “Saat ini,” seperti dilansir VIVAnews

Dalam rekaman itu, terdengar sayup-sayup suara tembakan saat wawancara berlangsung. Wawancara pertama terputus. Pada wawancara kedua, Raja mengatakan bahwa dia dapat laporan beberapa orangnya terluka, namun dia mengatakan tidak akan mundur.

“Pertempuran akan terus berlanjut. Siapa yang ingin gencatan senjata? Mereka yang seharusnya lebih dulu melakukannya,” kata Raja, suara senapan masih terdengar.

Sejak tiga minggu lalu, pasukan Sulu di desa Tanduao, Lahad Datu, diduduki oleh Raja dan pengikutnya. Mereka dikepung militer Malaysia yang hanya berjarak 300 meter dari tempat mereka tinggal.

Pasukan Sulu telah menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur dari Sabah, sampai wilayah itu dikembali pada mereka.

Di Manila, Filipina, juru bicara Kesultanan Sulu Abe Idjirani mengatakan bahwa tembakan pertama dilakukan oleh polisi Malaysia. Dia meminta warganya untuk mendoakan Kesultanan Sulu yang tengah baku tembak di Sabah.

Pernyataan berbeda disampaikan oleh pihak Malaysia, dilansir New Straits Times hari ini. Menurut Komisaris Polisi Malaysia, Datuk Hamza Taib, tembakan pertama dilakukan oleh pasukan Sulu pada Rabu malam lalu.

Dia mengatakan bahwa pasukannya tidak membalas tembakan. Tidak ada orang yang terluka. Saat itu dia menegaskan bahwa pasukannya akan segera menyerang tidak lama lagi.

“Jika tidak ada opsi lagi, karena mereka tidak ingin bekerja sama dan menyerah, kami harus melakukan pendekatan yang agresif,” kata Hamza.

Sebelumnya, pihak Malaysia telah cukup bersabar atas pendudukan desa tersebut oleh ratusan orang Sulu. Malaysia memberikan tenggat waktu 48 jam yang berakhir Selasa pekan ini. Sebelumnya, tenggat waktu untuk hengkang ditetapkan Malaysia pada Jumat pekan lalu, namun orang Sulu mangkir.

Solusi damai yang diupayakan juga belum membuahkan hasil. Pihak Kesultanan Sulu tetap mengklaim wilayah Sabah milik mereka, berdasarkan dokumen leluhur yang mengatakan bahwa Malaysia menyewa Sabah dari Sulu. Sebelumnya, Sabah diberikan pada orang Sulu oleh Sultan Brunei sebagai hadiah.

Redaktur: Ibnu Umar

Copyright © 2011 – 2014