Ketahuan Berfoto Mesra Dengan Mantan Pacar Anaknya, Ketua DPRD Ini Usir Anak dan Istri Dari Rumah Dinas

Kamis, 21 Februari 2013 (1:48 pm) / Nasional

Ketua DPRD Kabupaten Enrekang, Andi Natsir, tega mengusir istrinya sendiri, Andi Asni (39), serta anak kandungnya, dari rumah kediaman yang merupakan rumah jabatan ketua DPRD setelah ketahuan berfoto mesra dengan seorang gadis ABG. Perempuan di foto tersebut adalah mantan pacar dari anak Andi Natsir, yang diketahui baru berusia 19 tahun dan baru lulus SMA.

“Awalnya, entah disengaja atau tidak, sang suami lupa telefon genggamnya tergeletak di tempat tidur. Saat istrinya mendapati ponsel tersebut, muncul foto suaminya berpangkuan dengan seorang perempuan,” kata Asruddin, adik kandung korban yang bicara mewakili kakak perempuannya, kepada Okezone di Makassar, Selasa (19/2/2013).

Kata Asruddin, dipicu oleh temuan foto di telefon genggamnya itulah, terjadi pertengkaran antar kedua suami-istri. Pertengkaran memuncak, sang suami mengultimatum agar salah satu pihak keluar dari Rumah Jabatan Ketua DPRD Enrekang yang mereka tempati. Istrinya mengalah dan memilih keluar, lalu pergi menenangkan diri ke rumah pribadi mereka di Maroangin, sekira 34 kilometer dari Rujab DPRD Enrekang.

Dalam jumpa pers yang digelar di sebuah warung kopi di Jl Pelni Pelita Raya Makassar, Rabu (20/02/2013), seperti diberitakan Tribun Timur, Andi Asni yang didampingi pengurus Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM serta LBHP2I Indonesia Sulawesi Selatan, membeberkan perlakuan sang suami. Selain diusir dari rumah, Andi Asni juga mengaku selama ini kerap mendapat perlakukan kasar dan tindakan kekerasan.

Setelah tinggal terpisah, suaminya melayangkan gugatan cerai ke pengadilan. Tuduhan yang dilontarkan dalam sidang ialah perselingkuhan sang istri. Singkat cerita, Pengadilan Agama Enrekang memutuskan jalan perceraian dengan putusan No 118/Pdt.G/2012/PA.Ek per 27 Desember 2012. Kini, pihak istri mengajukan banding.

Terakhir, diketahui, Natsir telah menikah lagi pada 11 Januari 2013 di Desa Sikoale, Kecamatan Cempa, Kabupten Pinrang. Natsir menikah dengan Andi Erna, yang juga merupakan tetangganya di Maroangin, Enrekang. “Padahal pengajuan banding ke Pengadilan Tinggi Agama Sulsel sedang diproses, eh dia menikah lagi,” tutur Asruddin gemas.

Sementara itu Ketua PBHI Wilayah Sulsel, Wahidin Kamase, yang mendampingi Andi Asni, menilai perilaku Andi Natsir tidak bisa lagi ditolerir. “Perbuatan itu sangat tercela dan terkutuk. Sebagai pejabat publik yang bersangkutan harusnya memberikan contoh yang baik, bukan sebaliknya,” ujar Wahidin.

“Kalau bicara persoalan Ibu Asni, ada indikasi bahwa bukan saja soal konteks permohonan cerai-talak. Tapi banyak hal yang menjadi variabel untuk kemudian menangani perkara ini, misalnya dari banyaknya ditemukan kejanggalan. Seperti putusan hakim, itu paling jelas,” tanggap Wahidin Kamase, Ketua PBHI Sulsel.

Wahidin menandaskan, ada rangkaian acara dalam proses sidang itu yang tidak dilakukan oleh hakim. Kalau telah didalilkan seseorang melakukan perselingkuhan, seharusnya hakim meminta orang yang bersangkutan (prinsipal) datang dan mengangkat sumpah, tidak hanya meminta keterangan saksi-saksi.

Wahidin pun mengancam akan melaporkan perilaku Andi Natsir kepada badan kehormatan DPRD Enrekang. Dia berharap kasus tersebut bisa menjadi perhatian, sehingga pejabat yang bersangkutan mendapat sanksi.

Redaktur: Ibnu Umar

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih