Eggy Sujana: KPK Ingin Selamatkan Anas Urbaningrum

Jumat, 1 Februari 2013 (1:17 pm) / Hukum & Kriminal

Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka dalam kasus penyuapan terkait impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Menanggapi hal tersebut, pengamat hukum Eggy Sujana, yang juga Presiden Suara Independen Rakyat Indonesia (SIRI) menilai, KPK masih tebang pilih dalam memberangus tindak kejahatan korupsi.

“Saya menyebut terang-terangan, pimpinan KPK saat ini tengah berpolitik. Lihat saja, ada yang menominasikan Abraham Samad sebagai pemimpin muda. Mereka tidak bebas dari agenda kepentingan politik, baik agenda pribadi maupun afiliasi partai,” kata Eggy, kepada wartawan, Rabu (30/1).

Selain itu, ia merasa KPK terkesan lebih sibuk merangkai skenario baru dalam mengungkap kasus tindak kejahatan korupsi. Eggy menduga, sikap lembaga super body ini dipengaruhi oleh agenda politik masing-masing pimpinan. “Maka tak heran kalau penananganan kasus korupsi oleh KPK cenderung tebang pilih dan menyelamatkan kelompok politik tertentu,” tegasnya.

Dirinya mencontohkan, misalnya dalam kasus korupsi pembangunan pusat pelatihan dan pendidikan olahraga, di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, KPK masih lamban dalam mengungkap dan menyeret beberapa pihak yang diduga terlibat. Ia melihat, kelima pimpinan KPK memiliki latar belakang yang beragam. Namun beberapa di antaranya diketahui memiliki kedekatan secara politik dengan beberapa figur yang terlibat kasus Hambalang.

Menurutnya, Ketua dan Wakil Ketua KPK, Abraham Samad dan Busryo Muqoddas, akan menyelamatkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang diduga turut menikmati hasil korupsi yang melibatkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng itu.

“Diduga kuat Busyro yang mantan aktivis HMI melindungi Anas. Istri Anas itu orang Jogja, Buysro juga orang Jogja. Jadi ini permainan koneksi jaringan yang melindungi kelompoknya,” kata dia.

Dugaan itu, kata dia, dapat dibenarkan ketika institusi tindak kejahatan korupsi itu tidak bisa menyentuh mantan Ketua PB HMI itu. “Buktinya KPK belum berani mengambil langkah yang lebih serius terhadap Anas sebagai pemain kunci dari lingkaran korupsi ini,” tegasnya.

Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih