Penangkapan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishak sebagai tersangka korupsi daging impor pada Rabu (29/1) mengejutkan jutaan kader PKS.

KPK sudah menetapkan Luthfi sebagai tersangka pada Rabu (30/1) malam. Bersama Luthfi, penyidik menetapkan tiga tersangka lainnya yakni dua direktur PT. Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. Serta Ahmad Fathanah.

Ahmad Fathanah ditangkap bersama Maharani oleh KPK di Hotel Le Meredien Jakarta, Selasa (29/1) sekitar pukul 20.20 WIB. Dari mereka didapatkan uang senilai Rp 1 miliar yang diduga akan diberikan kepada LHI atau Luthfi Hasan Ishak.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Partai yang selama ini mengusung citra antikorupsi itu pun harus menenangkan kadernya di akar rumput.

Kader PKS dari Dewan Perwakilan Ranting Pasar Minggu Deni Saiful menganalisis bahwa konstruksi dari penangkapan Luthfi kacau balau. “Banyak kejanggalan tentang ini, yang bikin skenario kurang profesional,” tegasnya dalam pesan blackberry, Kamis (31/1).

Saat berita penangkapan muncul, tuturnya, supir menteri pertanian diisukan ikut ditangkap. Akan tetapi, ternyata tidak terbukti.

Selanjutnya, anggota DPR yang ditangkap sempat diberitakan berasal dari komisi IV. Akan tetapi, ternyata yang ditangkap adalah Luthfi Hasan Ishak yang notabene berasal dari komisi I.

Kemudian, dia pun mempertanyakan tuduhan dari KPK bahwa Luthfi dan Menteri Pertanian Siswono mengatur impor daging sapi dengan adanya kasus tersebut.

“Jelas salah alamat karena Mentan tak lagi mengatur impor daging. Impor daging yang mengatur kuotanya Deperindag,” ujarnya.


Redaktur: Farid Zakaria

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI