Istri Dijadikan Tumbal Seks Demi Patuhi Kemauan “Sang Guru”

Rabu, 30 Januari 2013 (9:36 am) / Hukum & Kriminal

Tidak tahan dijadikan tumbal seks oleh sang suami yang memaksa dirinya melayani sang guru, Haisa (50) warga Desa Parappe Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, akhirnya melapor ke Mapolsek Campalagian, (22/01) lalu.

Haisa, mengaku, sudah menjadi pengikut aliran Tapak Kui Sandita Baka Caulu sejak 2008 dan atas paksaan Abdul Azis alias Hawu, suaminya, Haisa mengaku terpaksa melayani Puang Kulla, pemimpin aliran tersebut.

Bahkan sesuai pengakuannya ke kepolisian, dia bersama sejumlah perempuan lain yang juga telah menjadi pengikut aliran ini kerap dipaksa menjadi budak seks.

Nursaid Mustafa, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Polewali Mandar membenarkan kenyataan itu. Nursaid menyebutkan, selain tumbal seks, dalam aliran tersebut juga  ditengarai melakukan penipuan kepada setiap anggota jamaahnya. Motifnya adalah pengikut aliran dimintai sejumlah uang dengan besaran yang bervariasi dan dijanji akan diberi emas batangan dan diberangkatkan naik haji.

Masih menurut Nursaid, sesuai dengan data yang dihimpun, diduga pengikut aliran ini di Sulawesi Barat telah mencapai ratusan orang. “Namun, kami menduga pengikut aliran ini juga telah banyak yang menjadi korban penipuan, namun malu untuk menceritakan,” ujar Nursaid.

Hingga berita ini diturunkan, Polisi masih kesulitan mengungkap kasus ini, disebabkan Hawu yang juga berperan sebagai khalifah Wilayah Sulbar melarikan diri sejak sebulan lalu dan telah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang.

Kesbanglinmas Memblok Penyebaran

Ditanya seputar tindakan yang dilakukan oleh Kesbanglinmas Polman terkait aliran tersebut, Nursaid menjelaskan, pihaknya telah memblok untuk mencegah terjadinya penyebaran pengaruh aliran ini. Selain itu, pihaknya juga tengah gencar melakukan identifikasi atas beberapa oknum yang kemungkinan ikut terlibat dalam aliran yang bertentangan dengan ajaran Islam tersebut dengan melakukan upaya koordinasi dengan beberapa pihak yang terkait langsung atas penangan aliran sesat ini.

“Jika hasil kajian dan pengembangan kami kemudian terbukti ada unsur pidananya maka kami akan langsung mengarahkan kepada pihak kepolisian, dan jika juga terdapat unsur penyimpangan ajaran dan akidah, kami akan langsung melimpahkannya kepada pihak kantor Depag Polman,” ungkapnya.

Nursaid juga menghimbau, agar masyarakat jangan terpengaruh dengan aliran sesat tersebut dan tak segan-segan memberikan laporan kepada pihak berkompeten, jika mengetahui ada orang yang terindikasi terlibat aliran ini dan hal lain yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Hal ini penting, agar sedari dini telah terdeteksi hal- hal yang mencurigakan di masyarakat, sebelum akhirnya ada menjadi korban, seperti aliran Tapak Kui Sandita Baka Caulu ini,” tandasnya.

Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2017 Designed & Developed by Ibrahim Vatih