musniumar.wordpress.com

Pascabanjir bandang di Jakarta, isu pemindahan Ibukota kembali mencuat dan menimbulkan pro-kontra. Sebagian yang menolak menilai pemindahan ibukota tidak prioritas dan bukan solusi.

“Isu pemindahan ibukota menurut saya itu adalah tidak prioritas dan bukan solusi. Saat ini kalau mau mindah akan mengeluarkan uang sangat besar, padahal uang ini bisa menciptakan lapisan usahawan baru untuk mengurangi kesenjangan ekonomi yang besar di Jakarta,” ujar Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Musni Umar, Rabu (23/1).

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Perdebatan pro-kontra yang terjadi saat ini, menurut Musni, hanya buang-buang energi. Seharusnya di Jakarta segera ada perbaikan terkait masalah penanganan banjir dan kemacetan lalu lintas.

“Tidak perlu pindah dulu, selain mengatasi kemacetan, bagaimana menciptakan kolam besar penampung air untuk mengatas banjir. Juga ini tidak bisa dikerjakan gubernur DKI saja, perlu ada peran pemerintah pusat. (Kalau dipindah) ada hambatan ekonomi, sosial, politik juga, lebih baik kita bangun Jakarta baru,” jelas Musni.

Musni berpendapat, pemindahan ibukota hanya akan menguntungkan lapisan atas saja. Misalnya, pembangunan gedung-gedung hanya menguntungkan kontraktor besar tanpa diikuti keuntungan di lapisan bawah.

“Jadi dari sisi ekonomi lebih banyak mudhorot-nya, dari sisi sosiologis masyarakat bawah akan memandang pemerintah hanya akan membangun istana-istana baru, sedang mereka kesusahan. Dari sisi hukum, perlu amandemen Undang-Undang (UU) yang menyebutkan Jakarta sebagai ibukota negara,” tambahnya.


Redaktur: R.S. Permana

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI