merdeka.com

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta menyelenggarakan kerja bakti bersihkan Jakarta akibat banjir. Ketua Fraksi PKS DPR, Hidayat Nur Wahid, bakal ikut ambil bagian dalam acara ini. Islamedia melaporkan sekitar 50 ribu kader yang diturunkan dalam agenda ini.

“Acara di gelar dengan berbagai bentuk, di antaranya pemberian air minum dari 20 mobil tangki, pembersihan lumpur, pembuangan sampah, penyemprotan disinfektan, penyuluhan kesehatan oleh dokter, makan bareng bubur kacang ijo serta pemberian bantuan gerobak sampah dan alat-alat kebersihan. Untuk membangkitkan semangat para kader, sebelum kerja bakti dimulai akan digelar apel siaga di tiap-tiap titik acara,” ujar Ketua DPW PKS DKI Selamat Nurdin, Rabu (23/1/2013).

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Acara ini juga rencananya akan dihadiri oleh Hidayat Nur Wahid. Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana, para anggota FPKS DPR RI dan DPRD DKI juga akan ikut ambil bagian.

“Acara akan di gelar serentak pada pukul 07.00 WIB di 32 titik banjir di Jakarta, di antaranya Petamburan, Penjaringan, Pancoran, Jatinegara dan Kebon Jeruk,” tambahnya.

Hidayat sendiri akan terjun langsung ke lokasi banjir di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Di sini Hidayat akan turut membantu menyalurkan air bersih untuk korban banjir dan meninjau lokasi pelayanan kesehatan yang diberikan oleh kader PKS.

Dari Penjaringan, Hidayat akan menyambangi keluarga almarhum Karno (35) di Gang Perintis, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Karno adalah relawan SAR yang gugur dalam tugasnya membantu korban banjir, Jumat (18/1) lalu.

“Kami akan sampaikan bantuan kemanusiaan untuk keluarga yang ditinggalkan, beserta anaknya yang baru saja lahir. Bantuan berupa tabungan, makanan, pakaian dan perlengkapan keperluan bayi. Ini sekaligus sebagai ungkapan simpati atas semangat kerelawanan beliau,” ungkap Hidayat.

Istri Hidayat, Diana Abbas Thalib menambahkan, dia juga menjamin segala keperluan kesehatan dan pengobatan ibu dan anak almarhum secara cuma-cuma, di Rumah Sakit Bunda Aliya yang dikelolanya.

Kunjungan ke rumah keluarga almarhum Karno juga akan diisi pembacaan tahlil dan doa untuk almarhum. Hidayat menambahkan, dia mengapresiasi kepedulian almarhum dan seluruh relawan yang mengorbankan keselamatan dirinya demi menolong para korban banjir.

“Saya berharap jiwa-jiwa peduli semacam ini senantiasa hadir untuk menyemangati warga Jakarta guna mengatasi dampak banjir,” tandasnya pada Merdeka.

Nurdin mengajak masyarakat Jakarta juga bisa ikut ambil bagian. Menurutnya, membersihkan sisa banjir, lumpur dan sampah merupakan pekerjaan berat sehingga terbuka bagi masyarakat untuk meringankan beban korban banjir. Demikian dikutip dari Detik.

Sementara itu, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Rabu (23/1/2013) kemarin yang menginjak usia ke-66 tahun, mmembagi-bagikan 1.000 tikar, 2.000 sarung, dan 2.000 selimut kepada korban banjir.

Sedangkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengunjungi warga korban banjir di Kampung Japat, Pademangan, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (22/1).

Anas sendiri, tak lama setelah menyusuri kampung, mendatangi dapur umum dan posko kesehatan. Eks Ketua Umum PBHMI ini pun sempat mencicipi nasi bungkus yang akan dibagikan kepada para pengungsi. “Siapa nih yang masak? Bisa bikin restoran kalau begini,” puji Anas kepada para tukang masak seperti dilansir Tribunnews.com.

Di dapur umum dadakan itu, bahan baku seperti beras dipasok Partai Demokrat. Meski sederhana dan tidak terlalu luas, dapur ini bisa memasak tiga kali makan sehari untuk korban banjir. Hari itu petugas memasak telor ayam dan terong balado, sayung kacang panjang, ikan, dan ayam.

“Bungkusannya untuk nasi pas. Jangan lebih dari ini jangan kurang dari ini,” begitu kata Anas setelah memasukan beberapa sendok nasi berikut lauk ke mulut. Setelah dicerna dengan baik, Anas kembali menyeletuk, “Kayaknya saya mau satu sendok lagi deh,” katanya dikutip Tribunnews.

Selama di dapur umum, Anas memuji perjuangan warga korban banjir yang saling tolong menolong membahu dan memasak untuk warga lewat dapur umum. Ia pun meminta warga tak putus asa dan terus berjuang sampai banjirnya surut dan warga kembali menjalani hidup normal.


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI