Daming Sunusi © VIVAnews/ Nur Eka Sukmawati

Daming Sunusi, calon hakim agung kontroversial karena kelakarnya tentang perkosaan, tidak mendapat satupun suara dalam pemilihan yang dilakukan Komisi III DPR RI hari Rabu 23 Januari 2013 kemarin seperti dilansir VIVAnews.

Menurut Ketua Komisi III DPR, Gede Pasek Suardika, hal tersebut berkat peran media yang melakukan fungsi pengawasan dengan sangat baik. Pemberitaan yang marak mengkritik kelakar Daming telah berhasil mempengaruhi anggota dewan untuk tidak memilih yang bersangkutan.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

“Ya. Media kontrolnya kuat sekali,” ujar Pasek usai rapat pemilihan calon hakim agung di Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu 23 Januari 2013.

Selain itu, menurut Pasek, anggota Komisi III juga menilai bahwa Daming tak layak dipilih. Karena Daming tak dapat menjawab soal yang diajukan Komisi III dengan baik saat uji kepatutan dan kelayakan. “Ujiannya begitu, sepintar apapun, kalau tidak jawab ya gak lulus,” kata Pasek.

Hal senada diungkapkan oleh Anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan. Menurutnya, wajar Daming tak terpilih mengingat maraknya protes dari masyarakat terhadap pernyataan Daming. “Tidak ada lagi lah fraksi yang berani memilih Daming,” kata Trimedya.

Apalagi, lanjut Trimedya, berbagai pihak sudah meminta agar DPR mencoret atau tidak memilih Daming sebagai hakim agung.

Sebelumnya, Daming, dalam melakukan uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan oleh Komisi III mengatakan, “Yang diperkosa dan yang memperkosa sama-sama menikmati. Jadi harus pikir-pikir terhadap hukuman mati.”

Reporter: Mohammad Adam, Nila Chrisna Yulika
Redaktur: Ibnu Umar
Sumber: VIVAnews

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI