Muhammad Mursi © Reuters/Asmaa Waguih

Pasukan Perancis dan Mali merebut kembali dua kota utama selasa ini dari mujahidin Islamis. Mesir memperingatkan serangan Prancis yang dapat memicu konflik regional.

Mesir, yang saat ini berada dalam pemerintahan Islamis, mengatakan bahwa intervensi adalah pelanggaran terhadap masyarakat global, hal itu dapat mengubah zona Sahara Afrika menjadi Afghanistan baru.

“Kami tidak menerima sama sekali intervensi militer di Mali , karena hal itu yang akan menyulut konflik di wilayah tersebut,” kata Presiden Muhammad Mursi Senin lalu.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Sementara itu, Perancis menolak sikap Presiden Mesir Muhammad Mursi yang tidak menyetujui intervensi militer di Mali, dengan alasan bahwa pendapat Mursi merupakan “minoritas” yang menghadapi sebuah konsensus dari masyarakat Internasional, katanya.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Perancis, Philippe Alliot, mengatakan dalam jumpa pers, bahwa “Paris akan mengklarifikasi dan  memberi rincian lebih lanjut tentang apa yang terjadi dan tentang alasan yang mendorongnya ikut campur tangan tentang permasalahan internal Mali, Perancis mengakui bahwa pihaknya tidak menjelaskan sikapnya tersebut secara rinci.”

Dia menekankan bahwa negaranya perlu melanjutkan kembali pembicaraan bilateral dengan Mesir dan menjelaskan kepada mereka tentang keseriusan perihal ini. Ia menjelaskan bahwa Krisis Mali akan menjadi salah satu agenda pada kunjungan Mursi ke Paris.

Juru bicara Perancis menyatakan bahwa Paris dan Kairo berbagi tujuan dan prioritas yang ditetapkan dalam resolusi dewan Keamanan pada pentingnya mempertahankan Integritas teritorial dan stabilitas di daerah Mali dan melawan apa yang ia sebut “terorisme” dan untuk mencapai solusi politik. Demikian dilaporkan Islam Today.


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI