saptono.wordpress.com

Banyak keluarga di Inggris mulai menerapkan aturan larangan merokok di rumah mereka. Sebuah penelitian di Inggris melaporkan adanya penurunan jumlah anak-anak yang menderita asma parah pasca diterapkannya aturan larangan rokok di Inggris.

Peneliti dari Imperial College, London, memaparkan hasil penelitiannya yang mengindikasikan ada penurunan sebesar 12% , di tahun pertama penerapan aturan larangan merokok di ruang publik. Sejumlah bukti juga menunjukkan bahwa banyak orang yang secara sadar turut menerapkan aturan tersebut di rumah masing-masing.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Lembaga Asthma UK mengaku berbesar hati atas temuan penelitian ini. Dalam kajian data Layanan Kesehatan Nasional, NHS, para peneliti menuliskan bahwa jumlah anak-anak yang dirujuk ke rumah sakit (RS) karena asma sempat berada di atas 2%/tahun, sebelum aturan larangan rokok diperkenalkan tahun 2007 silam.

Dari hasil tersebut diketahui dalam 12 bulan berikutnya, terjadi penurunan anak yang dirujuk ke RS karena asma sebesar 12%. Kemudian tiap 2 tahun berikutnya menurun sebesar 3%. “Ini sangat bermanfaat bagi anak-anak karena kemungkinan mereka terpapar rokok makin berkurang”, kata Ketua tim penelitian, Prof. Christopher Millet.

Prof. Millet mengungkapkan undang-undang ini memberikan dampak yang tak terduga, termasuk munculnya perubahan sikap masyarakat terhadap rokok yang sangat menggembirakan.

“Kami pikir ini terjadi karena orang menerapkan aturan larangan merokok di rumah ketika undang-undang larangan merokok disahkan, dan juga karena mereka melihat manfaat dari penerapan aturan semacam ini saat berlaku di tempat umum; seperti restoran, lalu mereka memutuskan turut melakukannya di rumah,” ujar Millet.


Redaktur: R.S. Permana

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI