m.samaa.tv

Kamran Faisal, seorang penyidik skandal kasus korupsi Perdana Menteri (PM) Pakistan Raja Pervez Ashraf, ditemukan tewas. Penyidik ini diduga bunuh diri di dalam kamarnya. PM Ashraf terjerat tuduhan dirinya menerima suap dari sejumlah perusahaan energi swasta saat menjabat sebagai Menteri Energi dan Pengairan tahun 2010 silam.

“Dia ditemukan tewas di dalam kamarnya. Diduga dia tewas bunuh diri. Polisi telah mengevakuasi jasadnya. Autopsi post-mortem tengah dilakukan,” ujar seorang juru bicara NAB, seperti dilansir AFP, Jum’at (18/1).

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Insiden ini terjadi setelah perintah penangkapan Ashraf yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA) ditolak oleh badan antikorupsi setempat, Badan Akuntabilitas Nasional (NAB). Pihak NAB berdalih, belum ada bukti kuat untuk menahan Ashraf.

Faisal ditemukan sudah tak bernyawa di hostel milik pemerintah di Islamabad. Diketahui ia tinggal bersama koleganya dari NAB di hostel tersebut. “Dia merupakan seorang penyidik, dia menyelidiki kasus perdana menteri. Kami akan segera memberikan informasi lebih lanjut,” imbuhnya.

Kematian Faisal ini dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Islamabad Bani Amin. Masih belum diketahui pasti, apakah kasus ini murni bunuh diri atau termasuk kasus pidana. Pihak kepolisian masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk kasus ini.

“Kami mencoba melakukan penyelidikan dari sudut pandang yang berbeda. Kami akan menyampaikannya setelah autopsi selesai dilakukan,” terang Amin.

MA meminta alasan yang kuat atas penolakan NAB terkait perintah penangkapan PM Ashraf. Namun, pihak NAB tetap bersikukuh tidak ada bukti-bukti yang cukup sebagai dasar penangkapan PM atas kasus ini (korupsi PM-red). Hakim Agung Sheikh Azmat Saeed pun menuding NAB bertindak lebih seperti penasehat hukum ketimbang sebagai jaksa penuntut pemerintah.


Redaktur: R.S. Permana

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI