mediaindonesia.com

Raja Abdullah bin Abdul Aziz Alu Saud, memerintahkan Menteri Keuangan Saudi, agar segera mengucurkan dana bantuan darurat sebesar 10 juta USD (sekitar 90 Miliar Rupiah) untuk para pengungsi Suria di perbatasan Yordania.

Keputusan ini keluar setelah beliau diperlihatkan foto-foto para pengungsi yang memperihatinkan, pasca masuknya musim dingin. Gelombang pertama bantuan berupa kasur, selimut, pakaian musim dingin, dan lain-lain diperkirakan tiba hari ini. Demikian dikutip dari Sabq Online.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Sedikitnya 46 pengungsi Suriah, tiga di antaranya wanita, tewas mengenaskan, di kamp-kamp pengungsian, Kamis (10/1). Komite Koordinasi Lokal Oposisi Suriah mengatakan sebagian besar korban kemungkinan tewas karena kelaparan dan tak tahan dengan cuaca dingin ekstrem yang menyebabkan badai salju dan hujan es di sebagian besar wilayah Timur Tengah.

Cuaca dingin ekstrem di wilayah Timur Tengah telah membuat sejumlah organisasi kemanusiaan dunia menaruh perhatian ekstra terhadap pengungsi Suriah. Palang Merah Turki, Kamis, mengirimkan hampir 625 ton tepung untuk pengungsi Suriah yang menghadapi kekurangan roti.

Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengumumkan penyelenggaraan konferensi global di Kuwait pada 30 Januari 2013, yang akan membahas penanganan masalah kemanusiaan khususnya untuk pengungsi Suriah. Dijelaskan, konferensi yang disertai dengan aksi penggalangan dana itu, ditujukan untuk membantu lebih dari 540.000 pengungsi yang melarikan diri ke Yordania, Irak, Lebanon, Turki dan Mesir.

Sebagian besar dari pengungsi tetap memilih bertahan di kamp dan tenda pengungsian meski terancam cuaca dingin ekstrem.  LSM Medecins Sans Frontieres (MSF) juga menyerukan bantuan medis kepada orang-orang yang terluka parah dalam pemboman dan pertempuran antara militer dan pemberontak Suriah.

Para relawan dan tim medis dari MSF mengaku mengalami kesulitan untuk memberikan bantuan kepada para korban terutama di daerah-daerah rawan pertempuran, seperti di Idlib, karena berulang kali diserang dan dihambat oleh militer Suriah. Padahal dalam kondisi cuaca dingin yang ekstrem saat ini, para korban membutuhkan ekstra penanganan dan perawatan medis.

Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, mengatakan jumlah pengungsi Suriah di negaranya telah mencapai 152.000 jiwa. Turki berjanji akan memberikan bantuan dan berdiri dengan rakyat Suriah yang tertindas akibat konflik antara rezim dan pemberontak yang telah berlangsung sejak Maret 2011. Demikian dikutip dari Suara Pembaharuan.


Redaktur: Shabra Syatila

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI