Nasihat Habib Rizieq untuk Partai-partai Islam Indonesia

Minggu, 4 November 2012 (12:40 pm) / Politik

Ketua Umum Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, sebagaimana dimuat di Suara Islam Online, meberikan sejumlah nasihat kepada partai-partai politik Islam di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan dan keikutsertaan Partai Islam dalam sistem Negara Demokrasi menjadi dilema. Di satu sisi, Sistem Demokrasi bukan bagian dari Sistem Islam, bahkan bertentangan dengan ajaran Islam. Namun di sisi lain, ada kepentingan umat Islam yang harus dijaga dan dilindungi serta dibela melalui sistem kenegaraan. Manakala negara hanya menyediakan koridor demokrasi dalam sistem politiknya, maka Partai Islam pun dipaksa untuk menempuh jalur yang tersedia.

Dalam menyikapi Sistem Demokrasi di kalangan Gerakan Islam hanya ada dua kelompok politik : Pertama, menolak Sistem Demokrasi secara mutlak dan memilih untuk melakukan perlawanan, baik secara fisik mau pun non fisik, baik secara tertutup mau pun terbuka. Kelompok ini secara prinsip adalah kelompok yang paling ideal, namun jika tidak diikuti dengan strategi dan tak-tik yang baik, maka sering tampil eksklusif dan terkadang terlihat tidak realistis, bahkan cita-cita mulianya dinilai oleh banyak kalangan sebagai sesuatu yang utopis.

Kedua, membolehkan Sistem Demokrasi dalam kondisi darurat atau hajat yang sangat, seperti negara yang tidak menyediakan koridor politik kecuali hanya Sistem Demokrasi dan disana ada kepentingan unat Islam yang wajib dijaga dan dilindungi. Kelompok ini secara prinsip tidak ada masalah sepanjang hanya sekedar memanfaatkan demokrasi untuk keselamatan umat, dan selama tetap mengakui bahwa Sistem Demokrasi bukan bagian dari ajaran Islam serta tetap memperjuangkan penerapan Sistem Islam.

“Namun, jika tidak waspada dan hati-hati, maka kelompok ini sering terbuai ikut “menikmati” Demokrasi, sehingga lupa prinsip semula, akibatnya banyak kalangan menilai sebagai sikap hipokrit,” jelasnya.

Menurutnya, dua kelompok ini harus saling menghormati, “Terlepas dari perbedaan sikap dua kelompok Gerakan Islam, maka seyogyanya kedua kelompok tetap saling menghormati dan menghargai. Bahkan sepatutnya kedua kelompok bekerja-sama saling menguatkan satu sama lainnya. Setidaknya masing-masing menjaga diri agar tidak bisa diadu-domba oleh pihak ketiga.”

Bagi kelompok yang terjun ke ranah politik demokrasi ia memberikan pesan, “Harus selalu menyadari bahwasanya mereka hanya sekedar memanfaatkan demokrasi untuk keselamatan umat, dan mereka harus tetap mengakui bahwasanya Sistem Demokrasi bukan bagian dari ajaran Islam, serta mereka mesti tetap memperjuangkan penerapan Sistem Islam. Dengan demikian, mereka tidak terbuai ikut menikmati Demokrasi, dan tidak pula bergeser dari niat dan tujuan semula.”

Selain itu partai politik harus selalu mensosialisaikan sistem Islam dibandingkan sistem demokrasi.

“Harus selalu berusaha memperkenalkan, mensosialisasikan, menyebarluaskan dan mengkampanyekan Sistem Islam. Partai Islam harus selalu menekankan bahwasanya Sistem Islam adalah sistem yang terbaik.”

Menurutnya, partai Islam tidak boleh ragu untuk selalu menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Partai Islam tidak boleh bimbang memperjuangkan penerapan Syariat Islam. Partai Islam harus memperjuangkan sistem pendidikan yang Islami, sistem ekonomi yang syar’i, sistem media yang akhlaqi, sistem politik yang qur’ani dan sistem masyarakat yang nabawi.

Selain itu, menurutnya, partai Islam harus menjadi partai dakwah yang melaksanakan berbagai fungsi dakwah. “Partai Islam tidak boleh bosan melawan segala bentuk kemunkaran. Partai Islam harus bekerja keras membendung terorisasi umat Islam, membubarkan aliran sesat, memerangi perdukunan, memberantas korupsi, menolak peredaran minuman keras dengan berbagai jenisnya, menutup lokalisasi pelacuran, melawan pornografi dan pornoaksi, menangkal homoseksual dan lesbianisme, serta membasmi mafia hukum.”

Ia juga mengkritisi para aktivis partai Islam yang akhlaknya tidak Islami, dan tidak mencerminkan kepribadian Islami.

“Setiap aktivis Partai Islam harus beriman dan bertaqwa serta berakhlaqul karimah. Ucapan dan Tindakan serta sikap setiap aktivis Partai Islam mesti mencerminkan ajaran Islam. Partai Islam harus berani menindak tegas setiap aktivisnya yang tidak bersih,” ujarnya.

Redaktur: Farid Zakaria

Copyright © 2011 – 2014