Kampus Terbesar Se-Asia Dibangun di Balikpapan

Rabu, 17 Oktober 2012 (7:58 am) / Sekolah & Kampus

Kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK), yang menempati luas lahan hingga 300 hektare, akan menjadi perguruan tinggi terbesar di kawasan Asia.

“Bila sudah mencapai kapasitas penuh nantinya, kampus yang akan dibangun di Balikpapan Utara ini akan memiliki mahasiswa hingga 26.000 orang. Saat ini mahasiswanya baru 100 orang dan menumpang belajar di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balikpapan Suryanto di Balaikota Balikpapan, Selasa (16/10).

Ia mengatakan, terbesar se-Asia itu pertama mulai dari luas lahan yang disediakan. Tahap pertama pembangunan sudah kita mulai November 2012.

Menurut dia, sebagai tahap awal akan dibangun gedung 4 lantai yang menempati area seluas 6o hektare. Ini adalah gedung perkantoran lima jurusan awal dan ruang perkuliahan.

Gedung ini dihitung rampung tahun 2013 mendatang dan sudah bisa dipakai mulai semester ganjil tahun akademik 2013/2014.

Lima jurusan ITK tersebut adalah Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, Teknik Elektro, dan Teknik Kimia.

Tahap pertama selesai, segera diikuti tahap kedua. Tahap kedua ini adalah penyelesaian pembebasan lahan seluas 240 hektare oleh Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kaltim.

“Pembebasan lahannya memang sepenuhnya menjadi tanggungjawan Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikpapan,” kata Suryanto.

Suryanto menambahkan, Pemkot Balikpapan telah mengalokasikan dana sebesar Rp15 miliar dari APBD murni dan APBD Perubahan tahun 2012.

Dana tersebut akan ditambah Rp10 miliar lagi pada APBD 2013. Seluruhnya untuk pembebasan lahan di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara tersebut.

Data dari Suryanto ditambahkan Asisten I Sekretaris Kota Balikpapan Sri Soetantinah.

Menurut Tantin, panggilan Soetantinah, seluruh anggaran ITK berasal dari APBN dengan pelaksana ITS Surabaya.

Target dan realisasi pembangunan ITK, kata Tantin, adalah pembangunan bertahap dan terus menerus. Untuk pembangunan fisik saja tersedia lahan hingga 300 hektare.

“Kalau kita melihat ITS, kampusnya berada di lahan seluas 179 Ha. Itu dimiliki mulai sekitar tahun 70-an dan baru digunakan sekitar tahun 79-80an. Sekarang sudah 32 tahun masih membangun terus dan sudah hampir habis lahannya,” tutur Tantin.

Berdasarkan perjanjian kerja sama di hadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh pada 6 Januari 2011 silam, pembangunan fisik di dalam area ITK memang menjadi tanggung jawab ITS.

Pembangunan itu meliputi gedung perkuliahan, rektorat, laboratorium, bozem (kolam penampung air banjir), hingga sarana olahraga.

“Jadi memang tanggung jawab Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kaltim adalah pembebasan lahan, penyiapan sejumlah sarana seperti akses jalan masuk, listrik, dan air bersih,” katanya.

Untuk akses jalan masuk, lanjut dia, saat ini sedang disusun tahapan Detail Engineering Design (DED)-nya oleh Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan. Rencananya, jalan masuk akan diambil melalui kawasan Km 15 Jalan Soekarno-Hatta, dengan panjang kurang lebih 2 km.

Tantin menambahkan, sesuai arahan Mendikbud Muhammad Nuh, konsep pembangunan ITK adalah berwawasan lingkungan.

Bangunan dirancang hemat energi, dengan banyak kaca dan jendela sehingga sinar matahari masuk leluasa untuk menghemat listrik sehingga tidak diperlukan lampu menyala di siang hari dan tidak perlu AC.

Di sekeliling dan antarbangunan juga ada hutan kampus atau ruang terbuka hijau. Begitu pula dengan tata kelola air, semua sudah direncanakan lengkap.

Redaktur: Farid Zakaria

Sebarkan Pada Sesama

Copyright © 2011 – 2014 Designed & Developed by Ibrahim Vatih