Amerika Serikat mengirim tim penasehat militer ke Yordania untuk membantu menangani bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Suriah dan memantau tempat-tempat penyimpanan senjata kimia di Suriah.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta dalam konferensi pers di Brussels. Tim militer Amerika diyakini terdiri dari para perancang dan para ahli yang berjumlah sekitar 150 orang.
“Kami menempatkan sekelompok pasukan Amerika Serikat di sana untuk membantu membangun markas dan untuk memastikan hubungan antara Amerika dengan Yordania tetap kuat sehingga kita bisa mengatasi semua kemungkinan dampak dari apa yang terjadi di Suriah,” kata Panetta pada Rabu (10/10).
-
Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
digitalhuda.com/?f1
-
Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
www.rumahhajidanumrah.com
-
Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
tokopedia.com/tokobukumuslim
-
Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
rubystore.wordpress.com/
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta mengatakan tim penasehat militer bertugas memastikan keamanan tempat-tempat penyimpanan senjata kimia dan biologis di Suriah.
“Kami juga bekerja bersama dengan Yordania untuk memantau tempat-tempat penyimpanan senjata kimia dan biologis dan berusaha menentukan jalan terbaik dalam mengatasi kekhawatiran di kawasan,” tambahnya.
Pengungsi di Yordania
Menurut Panetta, Amerika Serikat juga menjalin kerjasama untuk meningkatkan kemampuan militer dan operasional Yordania bila situasi bertambah gawat. Keberadaan tim penasehat militer, lanjutnya, juga untuk membantu menangani bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Suriah yang berada di Yordania. Data PBB menunjukkan lebih dari 85.000 pengungsi Suriah terdaftar di Yordania.
Seorang pejabat lain di Kementerian Pertahanan Amerika mengatakan tujuan pengiriman penasehat militer ke Yordania adalah mencari cara-cara agar konflik Suriah tidak merambat ke Yordania.
Perkembangan ini terjadi beberapa hari setelah Suriah dan Turki saling melancarkan serangan dan setelah calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Mitt Romney mengecam Presiden Barack Obama dalam masalah kebijakan luar negeri.

