Foto: KapanLagi.com

Ada sejumlah dai dan mubaligh yang tampil di televisi tidak ada niat untuk syiar Islam, tetapi demi motivasi uang dan popularitas. Dai yang asal tampil dan hanya menonjolkan guyonan justru akan merusak Islam.

Kecaman itu disampaikan Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Habib Salim Bin Umar Al Attos atau Habib Selon kepada itoday (06/8). “Ada sejumlah ustadz di televisi yang banyak guyonannnya, tetapi tidak ada isinya untuk mengajak kebaikan. Ini artis atau ustadz? Ini justru akan merusak Islam. Mereka hanya demi motivasi uang saja, tidak ada niat untuk syiar Islam,” tegas Habib Selon.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Habib Selon menyatakan ada beberapa ustadz yang tampil cukup bagus di televisi. Hanya saja, justru yang diminati ustadz yang tidak memiliki isi Ke-Islaman dalam menyampaikan dakwah. “Mereka hanya bergaya saja, tidak ada isi yang disampaikan. Bahkan kadang-kadang perilakunya itu tidak mencerminkan ustadz,” kata Habib Selon.

Secara khusus Habib Selon mengkritik penampilan Ustadz Soleh Mahmoed atau Ustadz Solmed yang sempat mendapat teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). “Solmed itu artis atau ustadz? Solmed jangan mencoreng nama ustadz atau Islam!” tegas Habib Selon.

Diberitakan, dua ustadz yang sedang naik daun ditegur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena melanggar kesopanan dan norma tayangan yang disiarkan televisi. Keduanya adalah Solmed dan Taufiqurrahman.

Teguran KPI dialamatkan kepada stasiun televisi swasta SCTV yang menayangkan program musik Inbox SCTV. Dalam acara Inbox itulah Solmed dan Taufiqurrahman dinilai melanggar kesopanan dan norma tayangan.

Komisioner KPI Nina Mutmainnah Armando, di Kantor Kemenkominfo, Senin (06/8), menyatakan, ada ustadz yang bisa disebut kebablasan karena ikut bercanda melecehkan.

Pada tayangan live Inbox 20 Juli 2012, Solmed melemparkan banyolan yang merendahkan komedian Narji Cagur. “Jadi, kalau iblis diciptakan untuk menggoda manusia, begitulah takdir Narji diciptakan untuk dicaci-maki manusia.” ucap Solmed.

Sementara Taufiqurrahman pada acara Inbox 24 Juli 2012 mengeluarkan banyolan pantun yang tidak sepantasnya. Taufiqurrahman mengatakan, ” Ada panci dari Cibelati, sesame banci jangan saling menyakiti.”


Redaktur: Farid Zakaria
Sumber: itoday / eramuslim

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI