YUSMANDI IDRIS/SERAMBI INDONESIA

Sungguh tragis peristiwa yang menimpa pasangan suami istri (pasutri) berusia lanjut, Ahmad Johan (70) dan Maimunah binti Abdullah (73), warga Desa Cot Saleut, Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Aceh. Keduanya tewas mengenaskan dihakimi massa, Sabtu (21/7/2012) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.

Selain mengeksekusi pasangan renta itu, massa juga membumihanguskan rumah korban. Informasi yang diterima Serambi menyebutkan, insiden menjelang sahur itu terjadi setelah rombongan massa menjemput Maimunah binti Abdullah yang sedang tidur di rumahnya.

  • Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab, serta nasyid walimah & jihad.
    digitalhuda.com/?f1
  • Jual Jaket Motor Respiro Anti Angin dan Anti Air Cocok dipakai Harian maupun Touring
    www.JaketRespiro.com
  • Peluang Usaha Sambil Ibadah, Perwakilan Biro Umrah-Haji Plus dan Raih Reward Ratusan Juta Rupiah.
    www.rumahhajidanumrah.com
  • Sedia Baju Hamil, Baju Menyusui, Celana Hamil, Bra Menyusui, Nursing Pillow, Nursing Apron, dll.
    www.hamil-menyusui.com
  • Pusat Belanja Buku Islam Online Lengkap Dan Murni.
    tokopedia.com/tokobukumuslim
  • Film Rasulullah Muhammad SAW, Umar bin Khattab, Nabi Yusuf, Konspirasi Dajjal Akhir Zaman.
    rubystore.wordpress.com/

Sementara suaminya, Ahmad Johan, sedang tidur di rumah istri ketiganya, Nurhayati, yang bersisian dengan rumah Maimunah yang merupakan istri kedua. Istri pertama Ahmad Johan sudah meninggal.

Menurut kabar, massa mengamuk dan melakukan penghakiman karena Maimunah diyakini mengamalkan ilmu santet. Bahkan, ada warga yang mengaku bisa membuktikan tuduhan itu.

Pada dini hari itu, massa menjemput Maimunah ke rumahnya. Ketika terdengar ribut-ribut, Ahmad Johan yang sedang tidur di rumah istri ketiga, –terpaut sekitar 30 meter dengan rumah Maimunah–, terbangun dan keluar untuk memastikan apa yang terjadi.

Namun, Ahmad Johan yang sebenarnya tak masuk dalam target, langsung dibawa bersama Maimunah untuk menjalani pengadilan cara massa itu. Pasangan tua tersebut dibawa ke sebuah kios desa arah barat dari rumah korban yang ada persimpangan jalan. Di situlah pasangan renta ini dipukul beramai-ramai menggunakan kayu, seng, dan benda-benda lainnya. Darah segar pun keluar.

Hanya dalam tempo singkat, Ahmad Johan dan Maimunah meregang nyawa. Memastikan kedua korban meninggal, massa meninggalkan begitu saja jenazah Ahmad Johan dan Maimunah tergeletak di jalan. Massa bahkan menyerbu ke rumah Maimunah dan membumihanguskan rumah tersebut.

Sekitar pukul 06.00 WIB, Sabtu (21/7/2012), sejumlah anggota Polsek Peusangan tiba di lokasi kejadian dan membawa mayat korban ke RSUD dr Fauziah Bireuen untuk divisum. Selanjutnya sekitar pukul 11.00 WIB, kedua jenazah dibawa pulang ke rumah duka. Polisi sudah memasangi police line di lokasi penghakiman dan rumah yang terbakar.

Pantauan Serambi, pascakejadian itu warga berdatangan ke rumah Nurhayati yang merupakan istri ketiga Ahmad Johan. Warga lainnya sibuk menggali kuburan di belakang rumah Maimunah yang musnah terbakar. Warga menggali dua kuburan berdekatan untuk pasangan suami istri tersebut.


Redaktur: Farid Zakaria
Sumber: Tribunnews

Sebarkan pada dunia: KLIK DI SINI